29.4 C
Makassar
Rabu, Juli 6, 2022
BerandaMetropolisBahas Mitigasi Bencana Bendungan Bili-bili, Pemprov Sulsel Gandeng JICA

Bahas Mitigasi Bencana Bendungan Bili-bili, Pemprov Sulsel Gandeng JICA

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Abdul Hayat Gani, menerima perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA), di Ruang Kerja Sekda, Jumat (2/8/2019) kemarin.

Pertemuan tersebut terkait kerja sama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dan JICA, dalam upaya pengurangan resiko bencana, khususnya bendungan Bili-bili.

Hayat mengatakan, Sulsel terbantu dengan adanya panduan, pemikiran, dan ide terkait upaya mengurangi resiko bencana.

BACA: Sekprov Bersama TGUPP Bahas Percepatan Upaya Reformasi Birokrasi

“Ini sudah berlangsung. Fokus kepada bendungan Bili-Bili, itu tidak perlu dikhawatirkan, karena sudah ada langkah-langkah yang tepat,” katanya.

Lebih lanjut, Hayat menjelaskan, pemerintah sudah bisa memberikan sosialisasi, khususnya kepada daerah Gowa dan Makassar tentang Bili-Bili yang bukan penyebab banjir, tetapi justru mengatasi banjir.

“Tipis kemungkinan untuk bobol. Yang terpenting kita akan diperkuat oleh semua stakeholder, termasuk manajemen kebencanaan. JICA juga akan memberikan pendampingan secara terus-menerus untuk itu,” lanjutnya.

BACA: Wagub Minta Gelar Simulasi Peringatan Banjir di Sekitar Bendungan Bili-Bili

Di tempat yang sama, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, Syamsibar, menyebut, memang telah terjalin kerja sama antara JICA dengan Kementerian PU dan BNPB, yang terfokus pada upaya mengantisipasi kondisi yang ada di Bendungan Bili-Bili.

“Tadi Mr. Tada melaporkan kepada Pak Sekda tentang rancangan kegiatan yang akan dilakukan dalam rangka mengantisipasi ancaman bendungan yang ada, utamanya wilayah Makassar, Gowa dan Takalar,” papar Syamsibar.

Ia juga mengatakan, pembenahan terhadap kondisi bendungan sudah dijadwalkan, khususnya dari aspek lahan yang kritis, sedimen yang harus segera ditangani, dan sistem peringatan dini.

“Sistem peringatan dini, bagaimana nanti memanage masyarakat manakala sudah terjadi ancaman, agar masyarakat bisa tahu jalur evakuasinya ke mana, sehingga bisa tertangani dengan baik,” tandasnya.

BACA JUGA :  Gedung Serbaguna di Atas Lahan Reklamasi Mulai Beroperasi
spot_img
spot_img

Headline