Begini Analisis Pendamping Ideal Petana Versi BM PAN Parepare

Ketua Barisan Muda (BM) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Parepare, Syafar Muchtar/SULSEL EKSPRES/LUKI AMIMA

PAREPARE, SULSELEKSPRES.COM – Dorongan untuk petahana Taufan Pawe, dalam memilih pendamping dari kalangan politisi, pada Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Parepare 2018 mendatang, kian mencuat.

Pasalnya, petahana merupakan kandidat pertama yang memenuhi jumlah persyaratan untuk mendaftar sebagai calon, namun sampai saat ini belum menentukan pasangan.

Bahkan, tak hanya dari kalangan internal Partai Golkar, beberapa waktu terakhir nama sejumlah kalangan birokrasi, turut meramaikan bursa calon wakil untuk Wali Kota Parepare tersebut.

Terkait hal tersebut, Ketua Barisan Muda (BM) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Parepare, Syafar Muchtar mengatakan, pihaknya memiliki analisis tersendiri, terkait keunggulan figur pendamping dari kalangan politisi atau Legislator.

Dia memaparkan, politisi atau Legislator memiliki basis pemilih dan massa yang jelas, pada wilayah atau dapil masing-masing. Karena, kata dia, keduanya merupakan salah satu motor penggerak ujung tombak sebuah partai politik (parpol). Selain itu, katanya, baik politisi maupun Legislator, mempunyai pengalaman dalam hal kontestasi dan kompetisi politik.

“Tentunya, even-even politik yang dihadapi, baik Pilpres, Pileg maupun Pilkada, menjadikan seorang politik dan Legislator memiliki kemampuan dalam mengerahkan massa,” katanya, Senin (27/11/2017).

Dia mengemukakan, kerja-kerja dan tupoksi seorang politis dan Legislator, secara umum lebih banyak berinteraksi langsung dengan publik. Sehingga, tambah dia, hal itu menjadi modal besar dan dianggap cukup untuk mendongkrak elektabilitas.

“Tafsir kriteria nyaman bukan dalam arti pasif, tapi lebih pada memudahkan kinerja Wali Kota pada aspek konsolidasi, dan upaya-upaya menjalin sinergitas dengan semua pihak maupun kalangan,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Komite Pemenangan Pemilu (KPPD), Ibrahim Suanda menambahkan, politisi memiliki kemampuan negosiasi dan diplomasi yang baik. Apalagi, kata dia, jika lahir dari latar belakang kelompok sosial masyarakat.

BACA JUGA :  Warga Semakin Mengagumi Karakter Pribadi Tasming Hamid

“Selanjutnya, kerja-kerja merawat relasi positif, konstruktif dengan DPRD hanya bisa dilakoni oleh orang-orang yang berlatar politisi dan Legislator,” tandasnya.