25 C
Makassar
Jumat, April 23, 2021
BerandaHeadlineBegini Modus Dosen Mesum Lecehkan Mahasiswi

Begini Modus Dosen Mesum Lecehkan Mahasiswi

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Ragam modus dilakukan oknum dosen mesum diberbagai perguruan tinggi di Makassar untuk melampiaskan hasrat seksualnya, terhadap mahasiswinya sendiri.

Virgi dan ketiga kawannya tidak sendiri. Setidaknya, 6 korban lainnya juga mengalami hal serupa dan saat ini tengah ditangani Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak( P2TP2A) Sulsel.

BERITA TERKAIT: Pelecehan Seksual Dosen di Kampus Makassar Marak, Korban Diremas Hingga Diraba

“Ada 6 yang lapor, yang awalnya mereka nggak berani. Kalau dihimpun semua dari testimoni, disetiap angkatan itu ada. Nah ini sudah kesekian tahun,” demikian ucapan Kepala UPT P2TP2A Sulsel, Meisye Papayongan saat ditemui di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubenur Sulsel, Makassar, Kamis (1/11/2018).

Isu pelecehan seksual yang terjadi di kampus, memang diakui Meisye sangat tertutup (undercover). Untuk itu, kasus tersebut tak banyak yang muncul ke permukaan.

“Jadi masih sangat sedikit kasus yang (korban) berani melaporkan,” katanya.

Umumnya, pelecehan yang dilakoni dosen ini, menurutnya menyasar tipikal mahasiswi yang baru. Yang disebut Meisye “Masih Lugu”.

Karena itu, oknum dosen tersebut memanfaatkan situasi psikis sasarannya. “Kemudian karena rasa takut dan segan sehingga peristiwa itu bisa terjadi,” imbuhnya.

Tak hanya itu, dalam pengungkapan kasus seperti ini. Dinilai Meisye cukup rumit. Sebab, tak ada bukti-bukti yang menjadi jejak.

BACA: Jadi Korban Pelecehan Seksual, Cleaning Service Unhas Ini Malah Disuruh Tutup Mulut

“Nah, kadang ini susah dibuktikan. Jadi ada percoban perkosaan atau dalam bentuk pelecehan seksual yang tidak menyisahkan bukti dan saksi,” terangnya.

Namun demikian, harapan untuk membuka kasus ini masih berpeluang menurutnya. Sebab, biasanya sebelum kejadian tersebut, terdapat saksi, baik yang melihatnya saat terjadi atau sebelumnya.

“Dan itu bisa jadi petunjuk. Sesaat sebelum siapa yang berada di ruangan itu dan sebagainya,” tambahnya.

Soal sikap kampus yang menutup diri terhadap penyelesaian kasus ini, juga diakui Meisye. Sebab nama baik perguruan tingginya yang menjadi taruhan.

Negeri atau Swasta, bukan menjadi jaminan kasus demikian tak akan ada. Sebab, selalu ada modus dari para oknum. Misalnya, saat belajar di laboratorium atau bimbingan skripsi.

“Jadi seperti itu, tidak hanya di laboratorium sebetulnya, tetapi modus-modusnya kan lebih banyak disitu, bimbingan skripsi dan sebagainya,” ujarnya.

Penulis: Agus Mawan

————————
Bagi korban, keluarga dan teman korban yang mengetahui dan berkenan menceritakan kisah pelecehan secara seksual yang diterima dari Dosen, silahkan kontak penulis http://bit.ly/sendpenulis atau mengirim cerita ke email agus.mwnwasir@gmail.com.

- Advertisment -

Headline