25 C
Makassar
Jumat, Januari 21, 2022
BerandaEkbisBEI-BPK Akan Selidiki Laporan Keuangan Garuda Indonesia

BEI-BPK Akan Selidiki Laporan Keuangan Garuda Indonesia

- Advertisement -

PURWAKARTA, SULSELEKSPRES.COM– PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bakal menyelidiki kejanggalan pada laporan keuangan 2018 PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).
Bahkan Kementerian Keuangan juga mengaku telah melayangkan surat untuk meminta keterangan auditor yang memeriksa keuangan Garuda Indonesia.

Menanggapi itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyatakan BUMN mengaku siap menjelaskan laporan keuangan Garuda tersebut ke lembaga-lembaga yang berkepentingan.

“Silakan, kalau mau dipanggil silahkan saja dipanggil, nggak ada masalah,” kata Rini ditemui di Purwakarta, Jumat (26/4/2019), dilansir dari Detik.com.

Rini mengatakan, pihaknya akan setransparan mungkin terhadap kedua institusi tersebut.

“Maksud saya kalau mau dibicarakan silahkan dibicarakan kita nggak ada yang tertutup kok, semuanya transparan, semuanya responsible,” ujarnya.

Rini menegaskan BUMN bakal taat sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Kita tidak mau melakukan yang macam-macam, nggak ada gitu lho. Jadi semua itu suatu hal yang normal,” tambah Rini.

Pada tahap awal, BPK bakal memanggil kantor akuntan publik (KAP) yang mengauditnya. Baru setelah itu BPK hendak memanggil direksi Garuda Indonesia untuk melakukan pemeriksaan lebih jauh.

Sementara itu, Direktur Utama BEI Inarno Djayadi menegaskan bahwa pihaknya akan memanggil manajemen Garuda Indonesia untuk meminta klarifikasi atas polemik tersebut.

Pasalnya perolehan laba bersih yang diraih Garuda di 2018 kedapatan berasal dari piutang yang dimasukkan ke pos pendapatan.

Langkah tersebut dilakukan, lantaran perolehan laba bersih yang diraih Garuda di 2018 kedapatan berasal dari piutang yang dimasukkan ke pos pendapatan.

(Rahmi Djafar)

BACA JUGA :  Ada Diskon Pertamax dan Elpiji dari Pertamina
BACA JUGA

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.318,8
EUR
16.268,5
JPY
123,9
KRW
12,0
MYR
3.401,9
SGD
10.563,6