31 C
Makassar
Rabu, Agustus 10, 2022
BerandaHealthBerbagai Trauma yang Terjadi Disebabkan Kekerasan Seksual

Berbagai Trauma yang Terjadi Disebabkan Kekerasan Seksual

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Kekerasan seksual mengacu pada serangkaian perilaku yang melibatkan kontak atau perilaku seksual yang tidak diinginkan dan bahkan memaksa. Perilaku ini dapat mencakup pemerkosaan, percobaan pemerkosaan, dan segala bentuk sentuhan yang tidak diinginkan. Jika penyintas kekerasan seksual di masa anak-anak, besar kemungkinan ia akan mengalaminya lagi saat dewasa.

Kekerasan seksual tidak hanya terjadi pada wanita, tetapi juga pria. Perilaku tidak wajar ini perlu dihentikan karena dapat menyebabkan korbannya mengalami trauma. Bahkan, trauma yang dialami dapat berkepanjangan hingga seumur hidup. Pendampingan dan pengobatan khusus perlu dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.

Lalu, apa saja sih trauma yang dapat terjadi akibat kekerasan seksual? Berikut beberapa di antaranya:

1. Depresi

Salah satu trauma yang dapat dialami akibat kekerasan seksual adalah depresi. Hal ini dapat dirasakan sebagai penyalahan pada diri sendiri dan emosi yang negatif, seperti sedih, marah, hingga putus asa. Perasaan ini bisa dihindari dengan melakukan berbagai kegiatan yang positif. Jika dibiarkan, perasaan depresi ini dapat menjadi lebih parah, terlebih jika tidak mendapat pengobatan.

2. Gangguan Stres Pasca Trauma (PTSD)

Peristiwa traumatis seperti kekerasan seksual dapat membuat korbannya mengalami PTSD. Hal ini dapat menyebabkan seseorang mengalami perasaan cemas, stres, hingga merasakan takut yang berlebihan. Seseorang dengan gangguan ini juga dapat menghindari berbagai hal yang dapat menimbulkan kenangan buruk tersebut.

3. Gangguan Makan

Gangguan makan juga dapat terjadi pada korban kekerasan seksual. Seseorang yang mengalami trauma dapat membuat dirinya makan lebih sedikit karena tidak bernafsu. Atau bahkan sebaliknya, maka lebih banyak sebagai bentuk dari pelampiasan. Gangguan makan yang bisa terjadi, antara lain anoreksia nervosa, bulimia, dan binge eating.

4. Sulit Menjalin Hubungan

Seseorang yang memiliki trauma mungkin lebih sulit untuk menjalin hubungan. Perasaan trauma dan ketakutan jika kekerasan seksual tersebut dapat terjadi kembali tentu bisa dirasakan. Selain itu, dirinya juga mungkin merasa malu tentang apa yang sudah terjadi pada dirinya. Agar masalah ini bisa dihindari, dukungan dari orang-orang terdekat sangat penting.

5. Disosiasi

Disosiasi adalah pelepasan diri dari lingkungan yang nyata atau realitas. Hal ini merupakan bentuk pertahanan pada otak terkait cara mengatasi perasaan trauma akibat kekerasan seksual. Trauma ini biasanya terjadi sebagai bagian dari amnesia atau bahkan masalah kepribadian ganda.

6. Hypoactive Sexual Desire Disorder

Trauma akibat kekerasan seksual lainnya adalah Hypoactive Sexual Desire Disorder (HSDD). Kondisi ini ditandai dengan penurunan hasrat terkait seksual atau tidak memiliki keinginan untuk berhubungan seksual. Kondisi ini dapat membuatnya mengingat kembali momen tidak menyenangkan yang pernah dialaminya.

7. Sindrom Trauma Perkosaan

Sindrom trauma perkosaan memang termasuk perasaan yang umum terjadi pada korban kekerasan seksual. Hal ini merupakan respons alami dari tubuh secara fisik dan psikologis akibat kejadian yang tidak menyenangkan tersebut. Gejalanya bisa berupa perasaan takut, cemas, dan masih banyak lagi.

Itulah berbagai trauma yang dapat dirasakan oleh korban kekerasan seksual. Berbagai masalah ini perlu mendapatkan penanganan dari ahlinya agar menjadi lebih baik. Selain itu, dukungan dari orang sekitar juga vital untuk mendukung penyembuhannya agar kembali seperti sebelumnya.

Sumber: halodoc.com

spot_img

Headline