MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Tim Kedokteran Forensik Biddokkes Polda Sulsel, merilis hasil temuan baru terkait ciri-ciri mayat pria yang ditemukan di Kanal milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), jalan Urip Sumoharjo Makassar, Minggu (23/6/2019) dini hari tadi.
Dari hasil post mortem yang diterima, Tim Forensik menjelaskan, mayat tersebut berambut pendek ikal, bibir yang tebal dan memiliki wajah yang berbentuk oval.
Di bagian wajah mayat, tim Forensik juga melihat jenggot dan tahi lalat pada pipi kiri di bawah mata, serta gigi depan mayat tersebut tampak rata, hanya gigi seri depan yang terlihat fraktur (pecah).
Selain itu, tim Forensik juga bilang, mayat itu memiliki tinggi 164 centimeter dan diperkirakan berusia 35 hingga 40 tahun.
Pada bagian lengan kiri mayat, tim Forensik menemukan sebuah tattoo bergambar salib hitam.
Mayat tak berbusana ini, mulanya ditemukan Sahar (23), seorang Operator Pembantu dari Tenaga Bantuan Operasional (TBO) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).
Informasi yang dihimpun reporter Sulselekspres.com, sejak dulu, wilayah penemuan tersebut dikelilingi atap seng yang tersusun menyerupai pagar.
Wilayah itu, sejak 23 September 2013 silam jadi milik TNI AD, sesuai putusan Mahkamah Agung (MA) nomor 624 PK/Pdt/2013.
##Kronologi Penemuan Mayat
Sekira pukul 01.00 Wita, Sahar tengah menggali lumpur menggunakan alat berat ekskavator. Di lokasi penemuan tersebut, jadi kali pertama Sahar mengeruk.
Lokasi itu kata Sahar, digali untuk membuat landaian.
“Agar mobil [pengangkut sendimen kanal jalan Sungai Saddang] tinggal melepas muatannya. Makanya kami gali,” kata dia saat diwawancara.
Beberapa menit berselang, Sahar mulai mengeruk tepi kanal, di antara pepohonan pisang, yang hanya beberapa centimeter dari trotoar jalan Urip Sumoharjo.
Hingga sampai galian kesekian, bucket ekskavator yang dikendalikan Sahar rupanya menimbah mayat. Ia menduga itu hanya lumpur dan bebatuan belaka.
“Di pinggiran pondasi itu,” ujar Sahar sambil menunjuk bekas galiannya.
Menurut Sahar, bucket ekskavator-nya saat itu tenggelam sekira 1,5 meter dari permukaan.
##Temuan Jeratan Kawat Besi di Kaki Mayat
Pukul 03.00 Wita, identifikasi awal tim Inafis membuahkan hasil. Pada bagian kedua pergelangan kaki mayat tersebut ditemukan jeratan kawat besi.
“Terikat kawat,” sahut seorang tim Inafis.
Dari amatan Sulselekspres.com, mayat tersebut telah mengalami proses bengkak kaku, juga beberapa rambut tampak rontok.
Seluruh tubuh mayat itu berlumuran lumpur dan telah mengeluarkan bau tidak sedap. Beberapa petugas kepolisian mengira, mayat itu belum genap sepekan.
Sekira pukul 03.40 Wita, mayat tersebut lalu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut.



