31 C
Makassar
Selasa, Juli 5, 2022
BerandaDaerahBrand Baru Pariwisata Sulsel Tahun 2019 Sasar Kaum Milenial

Brand Baru Pariwisata Sulsel Tahun 2019 Sasar Kaum Milenial

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Kaum milenial menjadi satu pasar yang cukup potensial, apalagi ditengah penggunaan media sosial yang sudah tidak asing lagi.

Melihat ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), mencanangkan brand baru pariwisata Sulsel, Kamis (27/12/2018).

Brand pariwisata Sulsel ini diharap menjadi energi baru bangkitnya sektor pariwisata di Sulsel.

BACA: Garuda Indonesia Group Siapkan Kejutan Akhir Tahun, Ada Cashback Rp1 Juta lho!

Kepala Disbudpar Sulsel, Musyaffar Syah, mengatakan, melalui logo baru sebagai brand pariwisata Sulsel, pemerintah memperkenalkan indahnya Sulsel sebagai pusat Indonesia, yang biasa disebut The Heart Wonderful Indonesia.

“Pariwisata Sulsel memiliki potensi yang beranekaragam dan keindahan yang unik. Namun, daya tarik dari keindahan tersebut masih membutuhkan sentuhan dengan melakukan promosi. Setiap destinasi harus mampu menghadirkan brand yang menjadi ciri khas destinasi itu sendiri,” ujarnya.

BACA: F8 Makassar Masuk Top 10 Event Nasional Kementerian Pariwisata 2019

Kata Musyaffar, elemen esensial dan wajah brand begitu penting dengan melihat adanya proses perancangan yang sesuai, dari loka rancang, dan melibatkan pelaku ekonomi kreatif.

Dalam kesempatan yang sama, pemenang lomba desain brand pariwisata Sulsel, Rahmat Zulkarnain, menyampaikan tiga konsepnya.

Ketiga konsep itu diantaranya; penyambutan yang biasanya tarian khas, tari kipas, sulappa appa yang merupakan bentuk aksara lontar, dan terakhir ikatan.

BACA: Maksimalkan Sektor Pariwisata, Pemkot Akan Renovasi Kolam Renang Jompie

“Kita harus memahami manifestasi kebudayaan terlebih dahulu sebelum merangkum menjadi satu,” ujarnya.

Sebelum merancang brand, Rahmat mengaku, terdapat lima aspek yang menjadi acuan. Yaitu wisata budaya, wisata bahari, wisata agro, wisata sejarah, dan wisata kuliner.

Namun, target audiens tetaplah kalangan anak muda atau yang kini disebut dengan generasi milenal, tanpa memalingkan aktifitas dan kebutuhan pasar.

BACA JUGA :  Lumpuh Karena Pandemi, Kondisi Pariwisata Tahun 2021 Masih Buram
Penulis: Agus Mawan
spot_img
spot_img

Headline