29 C
Makassar
Kamis, Oktober 6, 2022
BerandaHukrimBuruh Program Kotaku Divonis 3 Tahun Penjara dalam Kasus Dugaan Korupsi

Buruh Program Kotaku Divonis 3 Tahun Penjara dalam Kasus Dugaan Korupsi

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Makassar yang beranggotakan Ni Putu Sri Indayani selaku Ketua Majelis Hakim serta Yamto Susena dan Sahrisal Lubis selaku anggota Majelis Hakim menjatuhkan hukuman pidana 3 tahun penjara kepada terdakwa tunggal dalam perkara dugaan korupsi pekerjaan program Kotaku di Kelurahan Malimongan Tua, Kecamatan Wajo, Makassar tahun anggaran 2018, M. Dahlan, Kamis (22/9/2022).

Dahlan yang diketahui sebagai buruh, pekerja atau tukang dalam pekerjaan Program Kotaku tersebut, dinilai terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan subsidair yakni Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat 1 huruf b UU RI Nomor 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana dirubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 3 tahun dan denda sejumlah Rp50 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan,” ucap Ni Putu Sri Indayani, Ketua Majelis Hakim dalam putusannya.

BACA JUGA :  Pembangunan KotaKu di Palantikang Telan Anggaran Rp667 Juta

Tak hanya itu, Majelis Hakim turut menjatuhkan pidana tambahan terhadap Terdakwa M. Dahlan berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp314.123.773. Jika Terdakwa tidak membayar uang pengganti paling lama 1 bulan sesudah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Penuntut Umum dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Dan jika nantinya Terdakwa juga tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun 4 bulan.

“Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan dan menetapkan Terdakwa tetap ditahan,” kata Ni Putu Sri Indayani dalam putusannya.

BACA JUGA :  Pengacara Terdakwa Dugaan Korupsi Program Kotaku Ajukan Pledoi

Putusan Majelis Hakim tampak seirama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Di mana sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cabang Kejaksaan Negeri Pelabuhan Makassar mengganjar Terdakwa dugaan korupsi program kotaku di Kelurahan Malimongan Tua Tahun Anggaran 2018, M. Dahlan dengan tuntutan pidana 3 tahun 6 bulan atau 3,5 tahun.

Jaksa Penuntut Umum, Irtanto Hadi Saputra Rachim dalam pembacaan tuntutannya mengatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan subsidair Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat 1 huruf b UU RI Nomor 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana dirubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun dan 6 bulan ditambah denda sebesar Rp50 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan

“Dan uang pengganti sebesar Rp314.123.773 dengan ketentuan jika terdakwa tak mampu membayar uang pengganti paling lambat 1 bulan sesudah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut,” ucap Irtanto dalam tuntutannya yang dibacakan sebelumnya.

“Apabila terdakwa juga tidak mempunyai harta benda yang cukup untuk membayar uang pengganti yang dimaksud, maka diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun 8 bulan,” Irtanto menambahkan.

spot_img

Headline