26 C
Makassar
Senin, September 20, 2021
BerandaRagamCara Mendeteksi Tubuh yang Terserang Coronavirus

Cara Mendeteksi Tubuh yang Terserang Coronavirus

- Advertisement -

 

SULSELEKSPRES.COM – Kemunculan novel coronavirus di China pada akhir 2019 telah menginfeksi ratusan orang di beberapa negara. Kemunculan novel coronavirus juga kian menyebabkan kekhawatiran karena penyebarannya begitu cepat dan gejala yang ditimbulkannya sangat mirip dengan gangguan pernapasan pada umumnya.

Meski demikian, World Health Organization (WHO) mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan dalam bentuk apa pun. Mengenali gejala yang muncul, akan membantu dalam mendiagnosis infeksi yang tengah merebak ini.

Gejala novel coronavirus yang perlu diwaspadai, dilansir dari hellosehat.com, mudah tertular flu.

Coronavirus adalah jenis virus yang menyerang saluran pernapasan mamalia, termasuk manusia. Virus ini bisa menyebabkan beragam gangguan pernapasan, dari pilek biasa, pneumonia, hingga Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS).

Sejauh ini, sudah ditemukan enam tipe coronavirus yang menginfeksi manusia. Novel coronavirus asal China yang kini dikenal sebagai 2019-nCoV adalah tipe virus ketujuh yang ditemukan.

Infeksi novel coronavirus menimbulkan gejala yang sama dengan serangan coronavirus pada umumnya, yakni:

– demam tinggi
– batuk
– hidung meler
– sakit tenggorokan
– sakit kepala
-‘tidak enak badan

Kendati demikian, WHO turut melaporkan kumpulan gejala lain yang ditemukan pada pasien selama beberapa bulan ini. Pasien mengalami sesak napas dan ketika diperiksa dengan rontgen dada, terdapat bercak pada paru-paru yang mirip dengan pneumonia.

Kriteria pasien yang perlu diinvestigasi

Gejala yang dialami oleh beberapa pasien pertama di Wuhan, China, awalnya dikaitkan dengan pneumonia, hingga otoritas kesehatan China akhirnya mengarahkan investigasi pada infeksi novel coronavirus.

BACA JUGA :  Kapal Motor Kayu Bocor Akibat Dihantam Ombak

Saat ini, hanya Centers for Disease Control and Prevention (CDC) yang berwenang melakukan pengujian untuk mendiagnosis novel coronavirus. Negara yang melaporkan infeksi virus ini wajib mengambil sampel virus dari pasien yang diduga terinfeksi, lalu mengirimkannya ke CDC.

BACA JUGA :  9 Pemeriksaan Yang Wajib Dilakukan Ibu Hamil

Sebelum mengambil sampel virus, otoritas kesehatan setiap negara perlu memastikan bahwa pasien tersebut memenuhi kriteria yang ditentukan oleh CDC. Kriteria pasien novel coronavirus dilihat dari gejala yang muncul dan faktor risikonya, yakni:

Kriteria pertama
Pasien mengalami demam dan gejala gangguan pernapasan bawah seperti batuk dan sesak napas. Selama 14 hari sebelum gejala muncul, pasien juga pernah bepergian ke kota Wuhan atau melakukan kontak dekat dengan orang yang diduga terinfeksi novel coronavirus.

Kriteria kedua
Pasien mengalami demam atau gejala gangguan pernapasan bawah seperti batuk dan sesak napas. Selama 14 hari terakhir, pasien juga pernah melakukan kontak dekat dengan pasien yang sudah didiagnosis terinfeksi novel coronavirus.

Sumber: hellosehat.com

BACA JUGA
spot_img
spot_img
spot_img

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.297,0
EUR
16.747,6
JPY
130,6
KRW
12,0
MYR
3.410,1
SGD
10.575,1
BACA JUGA :  Sambut HUT Ke-349, Pemprov Sulsel Doa Bersama Untuk Palu
- Advertisment -