31 C
Makassar
Kamis, Juni 30, 2022
BerandaEdukasiCegah Covid-19, UMI Terapkan Kuliah via Whats App

Cegah Covid-19, UMI Terapkan Kuliah via Whats App

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) semakin luas. Virus asal kota Wuhan, China, tersebut secara perlahan merambah ke beberapa negara yang ada di dunia, termasuk Indonesia.

Dari dua warga negara Indonesia yang awalnya terpapar virus mematikan tersebut, kini sudah merambah menjadi 117 orang, dan lima diantaranya meregang nyawa.

Untuk mengantisipasi menyebarnya virus tersebut, pihak kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) meniadakan perkuliahan tatap muka selama tiga pekan kedepan.

Keputusan ini tertuang dalam surat edaran nomor 0705/F.01/UMI/III/2020 tentang Tindakan Penanggulangan Penyebaran Corona Virus Disease-19 (Covid-19).

Sebelum surat edaran ini dikeluarkan, sebelumnya pihak UMI telah mengeluarkan surat edaran awal dengan nomor surat 0576/F/UMI/II/2020 tentang Covid-19, tertanggal (5/3/2020) lalu.

Dengan keluarnya surat edaran baru, maka aktivitas perkuliahan mahasiswa sementara waktu akan dihentikan sampai tanggal (5/4/2020) mendatang.

Untuk mengisi kekosongan aktivitas tersebut, pihak UMI akan menerapkan pembelajaran jarak jauh via online. Hal ini disampaikan oleh Rektor UMI, Prof. Basri Modding, dalam konferensi pers yang berlangsung di lantai 9 Rektorat UMI, Senin (16/3/2020) siang.

“Berdasarkan rapat tadi pagi, UMI memutuskan untuk meliburkan mahasiswa mulai besok. Jadi tidak ada perkuliahan tatap muka dan semuanya dilakukan secara online,”

“Itu berarti dosennya juga tidak masuk. Jadi terhitung mulai tanggal (17/3/2020) sampai pada tanggal (5/4/2020) mendatang,” ujar Basri.

“Tetapi saya sampaikan, semua perkuliahan yang bersifat teori akan tetap berlangsung via online. Jadi kuliahnya bisa di rumah, bisa juga pulang kampung, yang penting ada internet,” lanjutnya.

Lebih jauh Basri Modding mengatakan bahwa proses perkuliahan berbasis online ini nantinya akan menggunakan beberapa media, termasuk melalui wahana grup Whats App.

“Jadi metode online ini sudah lama kita gunakan. Di Jakarta, saya bisa langsung memberikan materi kepada mahasiswa saya lewat grup. Jadi semua mahasiswa satu kelas itu satu grup.”

“Jadi saya langsung bahas materi saya. Besoknya saya tunggu respon mahasiswanya. Ya meskipun wa ini kan masih terbatas,” terang Basri.

Akan tetapi penerapan belajar via Whats App ini akan dilakukan jika sifatnya emergency.

“Kelas online menggunakan wa ini hanya berlaku dalam situasi emergency saja,” lanjutnya.

Untuk mahasiswa tingkat akhir yang akan mengurus penyelesaiannya, mereka tetap busa beraktivitas seperti biasa di kampus, tetapi harus tetap mengikuti prosedur yang ditetapkan.

“Jadi mahasiswa yang mau selesai tetap diberikan kesempatan untuk interaksi. Tetapi harus melalui prosedur tadi. Jadi kita sudah punya petugas di masing-.masing fakultas.”

“Untuk mahasiswa yang mau seminar proposal dan sebagainya, dipersilakan. Tapi harus bebas dari gejala itu, diperiksa dulu. Kita sudah punya t, namanya KRIS,” jelas Basri.

spot_img
spot_img

Headline