“Tentu menarik, topik tersebut bisa dipahami oleh paslon sehingga saat debat menyampaikan program yang pro terhadap keadilan dan kesetaraan gender,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (18/4/2018).
Dijelaskan, dalam peraturan instruksi presiden nomor 9 tahun 2000 tentang pengaruh utama gender dalam pembangunan nasional perlu prioritas kesetaraan hak perempuan dan laki-laki.
BACA: Ini Prediksi Kandidat Pemenang dalam Forum Debat Pilgub Sulsel
Ia berpendapat, isu gender saat ini memang menjadi tranding topik. Meski kesempatan telah diberikan untuk hak perempuan namun stigma masyarkaat masih saja berpatokan pada budaya lama yaitu wilayah domestik.
Menurutnya, perempuan tak menuntut hak mereka sama dengan laki-laki karena ada kodrat. Hanya saja kata dia, perempuan menginginkan kedudukan serta kesamaan hak untuk kedudukan sosial seperti politik, kesejahteraan serta kedudukan.
“Jadi perlu untuk diperharikan ini. Jangan sampai pandangan bahwa perempuan hanya pada kodrat kasur, sumur dan dapur. Atau kodrat lainya seperti mens atau menyusui saja. Padahal hak perempuan juga harus sama dengan laki-laki untuk kedudukan sosial dan politik,” jelasnya.



