25 C
Makassar
Kamis, Mei 13, 2021
BerandaRagamDemi Selamatkan Anak, Seorang Ayah Serang dan Gigit Kaki Buaya

Demi Selamatkan Anak, Seorang Ayah Serang dan Gigit Kaki Buaya

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Kasih sayang seorang ayah terhadap anaknya tak bisa ditakar.

Hal ini dibuktikan oleh seorang ayah di Filipina yang tanpa rasa takut sedikitpun menyerang seekor buaya yang telah menggigit dan menyeret putrnya kedalam air.

Dilaporkan media lokal, Diego Abulhasan sedang berenang dengan adik laki-lakinya di sebuah sungai di dekat rumah mereka di Balabac, Filipina. Tak diduga, seekor buaya menyerang dan menyeret anak itu ke dalam air.

Mendengat jeritan putranya, sang ayah, Tejada Abulhasan segera berlari menuju ke sungai berenang ke arah suara itu hanya dengan bersenjatakan sepotong kayu. Tejada memukuli kepala buaya itu dengan kayu yang dibawanya dan meninjunya, tetapi hewan itu tidak juga melepaskan Diego.

Tidak memiliki pilihan lain, Tejada tiba-tiba terpikir untuk mengigit kaki buaya itu beberapa kali sekeras mungkin.

Cara itu ternyata berhasil membuat buaya itu melepaskan Diego dan berenang menjauh. Tejada segera membawa putranya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. Untungnya, Diego hanya memiliki beberapa bekas luka tetapi tidak ada cedera serius dan diizinkan pulang dua hari kemudian.

“Ada begitu banyak adrenalin di tubuh saya sehingga saya tidak punya waktu untuk berpikir. Saya memukul buaya dan dia tidak akan melepaskan anak laki-laki saya. Saya sedang bergulat dengan si buaya dan kami saling menatap,” kata Tejada kepada polisi sebagaimana dilansir dari World of Buzz dan Okezone, Kamis (31/1/2019).

“Lalu entah dari mana, saya punya ide untuk menggigitnya. Saya meraih kakinya dan menggigit sekeras yang saya bisa seperti anjing Rottweiler,” lanjutnya.

Superintendent Polisi, Socrates Faltado mengatakan bahwa hasil penyelidikan menunjukkan korban dan adik laki-lakinya sedang membersihkan diri di sungai ketikan seekor buaya tiba-tiba menyambar lengan kanannya dan menariknya ke daerah yang lebih dalam.

“Serangan itu menyebabkan di berbagai bagian tubuh yang berbeda,” kata Socrates.

 

Dia menambahkan, keberanian sang ayah adalah alasan putranya masih hidup dari serangan sang buaya ganas tersebut.

(*)

 

spot_img
- Advertisment -

Headline