23 C
Makassar
Kamis, Agustus 18, 2022
BerandaPolitikDemokrat Dianggap Abu-abu, Andi Arief Berikan Tanggapan Santai Lewat Twitter

Demokrat Dianggap Abu-abu, Andi Arief Berikan Tanggapan Santai Lewat Twitter

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menjawab pernyataan terkait sikap politik Demokrat dengan koalisi BPN Prabowo-Sandi yang dianggap abu-abu oleh banyak kalangan.

Pertemuan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Presiden Joko Widodo menjadi pemicu hal tersebut.

BACA: Sering Kelahi di Medsos, Kini Mahfud MD dan Andi Arief Saling Puji

Namun menurut Andi Arief, pertemuan tersebut bukanlah suatu masalah. Pasalnya, AHY tidak melakukan deal-deal politik, akan tetapi bisa menjadi inspirasi bagi pihak 02 untuk membuka ruang dialog dengan pihak 01.

Andi Arief memberikan tanggapan melalui akun twitternya pada Minggu (5/5/2019). Sebanyak 5 tanggapan yang ditulisnya.

BACA: Cuitan Andi Arief Banjir Ucapan Syukur Tentang Kegagalan Budiman Sudjiatmiko

1. Koalisi itu bukan fusi.Tidak ada partai melebur dalam koalisi. Koalisi itu disebut koalisi taktis.

Karena taktis setiap partai punya hak otonom. punya kedaulatan dan punya hak menentukan nasib sendiri.

Komunikasi politik adalah hak partai yang berdasar prinsip otonom itu.

2. Membangun komunikasi politik itu hak partai Demokrat. Namun kewajiban Partai Demokrat tidak mendahului hal yang strategis dalam koalisi. Sikap partai Demokrat dalam koalisi BPN menunggu hasil perjuangan bersama memenangkan Pak Prabowo pada tgl 22 mei ini.

3. Kalaupun harus menunda pernyataan menang atau kalah itu bisa saja terjadi misalnya kalau nanti 01 atau 02 menempuh jalur mahkamah konstitusi.

4. Komunikasi politik AHY dg Pak Jokowi tidak keluar dari prinsip2 koalisi. AHY tidak melakukan deal2 politik.

Seharusnya BPN juga bersikap sama dengan AHY untuk membuka ruang dialog.

5. Mana mungkin ada yang bisa mempengaruhi partai Demokrat untuk melakukan kesalahan baik dari 01 maupun 02. Karena partai Demokrat punya dasar analisa serta fakta2 yang rasional yang membimbing lahirnya sikap politik.

 

BACA JUGA :  Konpres Kubu Moeldoko di Hambalang Dinilai Bentuk Frustasi 
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Headline