29.4 C
Makassar
Rabu, Juli 6, 2022
BerandaPolitikDILAN Gagas Program Wisata Kanal

DILAN Gagas Program Wisata Kanal

PenulisWidyawan
- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pasangan calon walikota dan wakil walikota Makassar nomor urut 3, Syamsu Rizal – Fadli Ananda, tengah menggagas program Wisata Kanal.

Program ini tertuang dalam program pokok Kawasan Ekowisata Kolaboratif (KILAT), yang dinilai memiliki multiplier effect besar, seperti mendongkrak Pendapatan Asli Daerah, juga meningkatkan ekonomi masyarakat.

Wisata Kanal sendiri merupakan satu dari sejumlah proyeksi yangvteryuang dalam program KILAT DILAN. Selain Wisata Kanal, ada juga proyeksi Ekowisata maritim atau Bahari.

Proyeksi Ekowisata Kanal ini merupakan bagian dari priorotas program KILAT yang dicanangkan DILAN. Kedepannya, sejumlah kanal yang selama ini dikenal jorok dan kumuh, bakal disulap menjadi objek wisata dengan memberdayakan masyarakat setempat.

Sementara Program KILAT ala DILAN sendiri merupakan pengembangan kawasan ekowisata yang ramah lingkungan dan berbasis masyarakat.

Sementara Syamsu Rizal (Deng Ical) mengatakan, selain mengoptimalkan destinasi wisata yang ada, DILAN akan mendorong hadirnya objek wisata baru yang berwawasan lingkungan.

Tujuannya jelas, tentu untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Makassar, baik lokal maupun internasional. Hal ini dianggap akan berdampak pada kemajuan ekonomi.

“DILAN punya program KILAT, dimana kita mengembangkan kawasan ekowisata yang dapat diakses seluruh warga. Pemerintah mesti peduli dengan sektor pariwisata karena memiliki multiplier effect yang luar biasa, baik itu kepada masyarakat, pelaku usaha dan pemerintah,” ujarnya.

“Salah satunya, ekowisata bahari atau ekowisata maritim berbasis masyarakat. Keberadaan ekowisata bahari itu akan dibarengi dengan event regional, nasional, dan internasional yang diharapkan mendongkrak kunjungan wisatawan,” lanjutnya.

Lebih jauh Deng Ical mengatakan, salah satu yang hendak diwujudkan DILAN adalah wisata kanal. Namun, hal itu tidak dapat dilakukan sepihak, melainkan butuh dukungan masyarakat.

Kehadiran wisata Kanal pastinya akan disertai pembersihan kanal, sehingga kesan jorok dan kumuh tidak ada lagi.

“Kita akan dorong wisata kanal yang murah, memberdayakan masyarakat dan melestarikan lingkungan,” tutupnya.

spot_img
spot_img

Headline