MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Tahun 2015, Kabupaten Luwu Utara (Lutra) berhasil memproduksi komoditi kopi sebesar 685,42 ton.
Setengah dari angka produksi tersebut disumbang dari Kecamatan Seko. Kecamatan yang sampai saat ini belum merasakan infrastruktur jalan yang baik.
363,15 ton biji kopi, berasal dari Seko. Saat itu, pendistribusiannya belum mencapai kota Bogor dan Malang. Dua kota yang berlokasi didaratan tinggi pulau Jawa.
“Sebenarnya kalau kopi Seko ini sudah lama dikenal, cuma dari segi penjualan ketingkat luar itu baru. Baru kita memulai,” ujar Murdin, dari Dinas Pertanian, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Lutra, saat ditemui di Pameran Hari Kopi Internasional (HKI) 2018, di Ballroom Sandeq, Hotel Claro, Makassar, Senin (15/10/2018).
Baru, semenjak bekerja sama dengan Lembaga Ekonomi Indonesia (LEI), biji kopi hasil sulapan petani Seko mulai merambah ke pulau Jawa.
“Jadi mulai dikenal,” kata Murdin.
Kopi Seko, memang diakui Murdin kurang pamor dari kopi setanah Sulsel yang lebih dulu terkenal, seperti Kopi Toraja dan Kalosi.
Namun, hal ini tidak tanpa sebab. Rumitnya akses jalan keluar masuk ke Seko dinilai Murdin membuat distribusi biji kopi tidak menyebar dengan baik di Sulsel.
Belum lagi, bila musim penghujan telah tiba. “Sekarang ini dengan kondisi iklim yang bagus, panas, itu satu hari sudah bisa tembus,” imbuhnya.
Akibatnya, sebagian penghasil kopi justru lebih memilih untuk mendistribusikan hasil taninya tidak terlalu jauh dari Seko. Paling banter menurut Murdin selain Bogor dan Malang di Pulau Jawa, adalah Kabupaten Toraja.
“Banyak lari ke toraja. Hanya karena akses jalan yang kurang bagus, petani kan menginginkan dia cepat, sehingga mereka menjual bijinya ke Toraja,” imbuhnya.
Untuk itu, Ia sangat berharap, pembangunan infrastruktur jalan koneksi kecamatan Seko mengalami peningkatan. Ini demi si Arabika dan Robusta asal Seko lebih dikenal lagi.
“Insyallah kedepan, kalau sudah itu bagus jalan, kopi seko sudah bisa dikenal di kabupaten kita sendiri atau di sulawesi selatan, dan itu sudah tersebar ke daerah lain, itulah harapan kita kedepan,” ujarnya.
Sementara Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman saat diminta tanggapan terkait kondisi tersebut, Sudirman memastikan hal ini masuk dalam prioritas pemerintah.
“Kita akan tetap prioritaskan,” katanya saat diwawancara di lokasi Pameran HKI 2018, tak jauh dari display kabupaten Lutra.
Saat menyempatkan singgah di-display Lutra, keseriusan tersebut ia tunjukkan dalam sebuah tulisan.
“Nah ini tadi saya sudah tulis disitu. “Salam sama seko, aspalnya perlu perhatian”.” ringkasnya.



