28 C
Makassar
Senin, September 20, 2021
BerandaNasionalDukung Polisi, Ferdinand: Orasi Bung Eggi Bisa Diartikan Makar

Dukung Polisi, Ferdinand: Orasi Bung Eggi Bisa Diartikan Makar

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mendukung langkah kepolisian terkait ditetapkannya Eggi Sudjana sebagai tersangka kasus nakar.

Menurutnya, orasi Eggi di halaman rumah Capres Prabowo Subianto yang berlokasi di Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 17 April lalu memiliki indikasi penggulingan kekuasaan yang sah tanpa melalui tahapan demokrasi yang sudah ditentukan.

“Kalau mendengar orasinya Bung Eggi yang menyatakan ‘people power akan mempercepat Prabowo dilantik bahkan sebelum Oktober’ artinya bisa diartikan memang bahwa ada penggulingan kekuasaan yang sah,” kata Ferdinand saat dihubungi melalui telepon, Kamis (9/5/2019) dikutip dari CNNIndonesia.

BACA: Sandiaga Uno Nilai yang Dialami Eggi Sudjana Adalah Bentuk Kriminalitas

Untuk itu, norma hukum yang ada jika ada upaya penggulingan kekuasaan di luar proses demokrasi memang ada indikasi pelanggaran hukum atau bisa dikatakan makar.

“Kalau bicara norma hukum, memang kalau ada upaya penggulingan kekuasaan di luar demokrasi artinya memang itu bisa masuk kategori makar,” katanya.

BACA: Prabowo Kritik Hendropriyono Soal WNI Keturunan Arab

“Wewenang kepolisian tentu kepolisian berwenang sebagaimana Undang-undang yang diamanatkan bahwa mereka menjaga dan sebagai penegak hukum berhak tindak siapapun yang langgar hukum,” lanjutnya.

Meski begitu, dia mengimbau agar aparat kepolisian tidak terburu-buru menindak Eggi Sudjana. Kata dia, akan lebih bijak jika Eggi diberi peringatan atau ditegur terlebih dahulu bahwa apa yang dia ucapkan tidak benar atau salah.

“Mungkin lebih bijak kalau yang bersangkutan ditegur atau diingatkan tanpa mengedepankan penindakan,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Begini Gaya Pria yang Ancam Penggal Jokowi Saat Ditangkap

Diketahui, Eggi yang juga anggota Penasihat Persaudaraan Alumni 212 mengaku telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kejahatan terhadap keamanan negara atau makar. Eggi mengaku telah mendapatkan surat dari polisi untuk diperiksa sebagai tersangka pada Senin, 13 Mei 2019.

BACA JUGA :  Jelang Pilkada Serentak, Mendagri: Jangan Abaikan Etika Berpolitik

(*)

 

BACA JUGA
spot_img
spot_img
spot_img

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.274,1
EUR
16.719,5
JPY
130,2
KRW
12,0
MYR
3.404,7
SGD
10.557,6
- Advertisment -