SULSELEKSPRES.COM – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah memberikan tanggapan terkait ciutan Mantan Ketua MK, Mahfud MD dimedia sosial.
Fahri menganggap kalau cara berfikir Mahfud MD soal pengungkapan kasus di KPK dipilih-pilih berbahaya.
Mahfud sebelumnya memberikan tanggapan atas serangan Amien Rais terhadap KPK atas kasus Taufik Kurniawan.
BACA: Kalah di 9 Survei, Prabowo-Sandi Menang di Polling Twitter Fahri Hamzah
BACA: KPK Dikritik Amien Rais, Mahfud MD: Biar Kucing Mengeong, Tikus Tetap Ditangkap
“Mnrt sy @KPK_RI memang blh memilih utk menebang kasus mana yg akan diproses. Kasusnya ribuan, tenaganya terbatas, pembuktiannya hrs cermat. Jd hrs dipilih mana yg bs diselesaikan dan dibuktikan lbh dulu. Nyatanya KPK tak pilih2, semua parpol dan profesi kena. Jangan takut KPK,” kata Mahfud MD melalui ciutannya di media sosial.
Pendapat Mahfud inilah yang disoal Fahti Hamzah. Fahri menyebut kalau hukum harus jadi milik masyarakat sebagai pembayar pajak.
BACA: Dimaki Gegara Ratna Sarumpaet, dr Tompi Sudah Maafkan Fadli, Fahri, dan Andi Arief
“Saya sih menganggap pikiran ini berbahaya…(coba ganti kata “KPK” dengan “polisi” atau “jaksa” ..) menurut saya Prof, hukum harus jadi milik masyarakat sehingga kita tahu (sebagai pembayar pajak) memakai standar hukum itu, mereka sedang apa…maafkan saya Prof…” kata Fahri.
Saya sih menganggap pikiran ini berbahaya…(coba ganti kata “KPK” dengan “polisi” atau “jaksa” ..) menurut saya Prof, hukum harus jadi milik masyarakat sehingga kita tahu (sebagai pembayar pajak) memakai standar hukum itu, mereka sedang apa…maafkan saya Prof… https://t.co/wCUGjGx1rv
— #2020ArahBaru (@Fahrihamzah) October 30, 2018
Diketahui, Fahri dan Mahfud MD sering terlibat adu argumentasi pada persoalan KPK. Fahri sering menjadi pihak yang menyetang KPK, dan Mahfud menjadi benteng pembela.



