BerandaHeadlineDitolak Berhubungan Intim, Pelajar Dari Jeneponto Tikam Honorer BKKBN

Ditolak Berhubungan Intim, Pelajar Dari Jeneponto Tikam Honorer BKKBN

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Tim Anti Bandit Kepolisian Resor (Polres) Gowa mengamankan (NS) alias Eko (18) setelah menikam seorang perempuan di Kelurahan Kalaserena, Kecamatan Bontonompo 26 Oktober 2018 lalu.

Penangkapan pelaku Eko berdasarkan laporan polisi bernomor, LP : 128, 2018 Res Gowa, sek Bontonompo, tanggal 26 oktober 2018 tentang Curas Kelurahan Kalaserena Kecamatan Bontonompo.

BACA: Oknum Penyuluh Pembagian Mesin Kapal Nelayan Diduga Lakukan Pungli

Kasubbag Humas Polres Gowa, AKP M. Tambunan, mengatakan bahwa penangkapan tersebut setelah kepolisian mendapatkan laporan dan langsung mencari tersangka yang merupakan seorang pelajar di Kabupaten Jeneponto tersebut.

Dia menjelaskan bahwa pelaku mengambil barang korban NR (21) setelah dirinya tidak berhasil membujuk korban untuk berhubungan intim. Pelaku yang kesal akhirnya melakukan kekerasan terhadap korban.

BACA: Kriss Hatta Sebut Berhubungan Intim dengan Hilda Vitria Sebanyak 4.320 Kali, 6 Kali Sehari

Pelaku yang tidak mampu menahan emosinya lantaran ajakannya untuk berbuat maksiat tersebut mengeluarkan senjata tajamnya dan langsung menikam korban yang merupakan Honorer di BKKBN itu hingga korban bersimpah darah.

“Saat mengajak berhubungan yang ke tiga kali, korban menolak karena takut pelaku tidak mau bertanggung jawab. Pelaku marah dan mengambil pisau di dapur korban dan menusuk korban pada bagian perut sebanyak 1 kali,” katanya, saat dikonfirmasi, Rabu (31/10/2018).

BACA: Terbongkar, Aksi Bejat Tukang Ojek Setubuhi 6 orang Anak

Tidak sampai disitu, pelaku yang emosi lantaran tidak bisa melampiaskan nafsunya tersebut menyeret korban ke kamar mandi dan membenturkan kepala korban ke closet, hingga mengalami pendarahan.

“Korban di seret ke kamar mandi dan membenturkan kepala ke closet hingga mengalami pendarahan di kepala.
Pelaku meninggalkan korban dalam keadaan bersimbah darah dan mengambil handphone korban sebanyak 3 unit,” katanya.

Pelaku lalu dikejar oleh Tim Anti Bandit Gowa dibackup Tim Khusus Polda Sulsel ke Kabupaten Jeneponto, pelaku telah pindah dan tidak berada disana. Hingga polisi mendapatkan informasi bahwa pelaku berada di Kota Makassar.

“Tim gabungan bergerak cepat dan melakukan penangkapan di sekitar Jalan Dg. Tata Raya, Kota Makassar,” jelasnya.

Saat pengembangan pelaku mencoba melarikan diri dari dengan melompat dari kendaraan petugas. Sehingga, petugas mengambil tindakan tegas dengan menyarangkan timah panas pada bagian kaki pelaku.

Pelaku penikaman di Gowa tersebut disangkakan dengan Pasal 365 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun.

Penulis: M. Syawal