24 C
Makassar
Saturday, February 7, 2026
HomeMetropolisHarga Cabai Merangkak Naik Jelang Natal dan Tahun Baru di Makassar 

Harga Cabai Merangkak Naik Jelang Natal dan Tahun Baru di Makassar 

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Jelang momentum perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga komoditas cabai di pasar tradisional, kota Makassar, mengalami kenaikan signifikan.

Kenaikan harga komoditas cabai ini diduga akibat cuaca ekstrem yang akhir-akhir ini melanda kota Anging Mammiri.

Berdasarkan data Satgas Ketahanan Pangan, Senin (21/12/2020) mencatatkan cabe rawit dijual dengan harga Rp 30 ribu setiap satu kilo gram. Sebelumnya, harga cabai hanya dijual seharga 26 ribu per kilogram.

Direktur operasional PD Pasar Makassar Raya, Saharuddin Ridwan, mengatakan kenaikan harga tersebut telah terjadi beberapa hari terakhir. Hal itu lantaran pasokan yang menipis di musim hujan.

“Sudah naik harganya dek itu cabai rawit. Sekarang dijual Rp 30 ribu per kilogram,” kata Saharuddin

Dia memperkirakan kenaikan cabai rawit akan terus terjadi menjelang akhir tahun. Terlebih permintaan meningkat jelang hari raya natal dan pergantian tahun.

“Pasti naik ini harganya, apalagi mau natal dan tahun baru,” tambahnya

Sedangkan 11 komoditas strategis lainnya, data menyebutkan relatif stabil. Beras dijual harga 11 ribu per kilogram, bawang merah 35 per kilogram, bawang putih 27 ribu per kg.

Selanjutnya daging sapi dijual 115 ribu per kg, gula pasir 13 ribu per kg dan Rp 1.500 per butir untuk telur ayam.

Saharuddin menambahkan persediaan bahan pokok secara umum aman hingga beberapa bulan kedepan.

“Laporan yang kami terima, stok aman,” kata Saharuddin.

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan Makassar, Sri Sulsilawati mengatakan harga kebutuhan pokok berfluktuatif jelang natal dan tahun baru.

Gula dilaporkan salah satu komoditas yang mengalami perubahan harga. Cenderung mulai turun kembali setelah sempat mengalami kenaikan.

Dia mengatakan harga gula saat ini turun menjadi Rp 12.500 dari sebelumnya yang mencapai 16 ribu rupiah.

“Cenderung berfluktuatif. Kalau persediaan masih aman,” tutupnya.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img