24 C
Makassar
Kamis, Januari 20, 2022
BerandaRagamHari Tanpa Bayangan Tidak Berdampak Pada Gravitasi Bumi

Hari Tanpa Bayangan Tidak Berdampak Pada Gravitasi Bumi

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Hari tanpa bayangan atau kulminasi merupakan peristiwa yang terjadi ketika matahari tepat di posisi paling tinggi dilangit.

Dilansir dari informasi BMKG, Matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat seolah menghilang, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri.

Lantas apa dampak Hari Tanpa Bayangan pada Bumi?.

Matahari akan melintas di atas kepala. Sehingga saat itu Matahari akan lebih terik dibandingkan saat solstice. Solstice sendiri merupakan momentum saat matahari berada di titik paling utara dan paling selatan. Solstice menandai puncak musim panas dan musim dingin.

BACA: Lagi, Gempa Berkekuatan 4,2 Skala Richter Guncang Kabupaten Wajo

Pada Hari Tanpa Bayangan, tidak ada perubahan percepatan atau gaya gravitasi Bumi/Matahari. Selain itu, mulai terjadi perubahan musim di Indonesia.

Dilansir dari laman LAPAN, Hari Tanpa Bayangan adalah momentum saat Matahari akan berada hampir tepat di atas kepala. Hal ini mengakibatkan tidak adanya bayangan. Istilahnya yaitu hari nir bayangan atau hari tanpa bayangan.

BACA: BMKG: Gempa di Wajo Tidak Berpotensi Tsunami

Peristiwa ini terjadi karena Bumi beredar mengitari Matahari pada jarak 150 juta kilometer dengan periode sekitar 365 hari. Garis edar Bumi berbentuk agak lonjong sehingga Bumi kadang bergerak lebih cepat dan kadang bergerak lebih lambat.

Bidang edar Bumi disebut sebagai bidang ekliptika. Bidang ini miring sebesar 23,4 derajat terhadap bidang equator Bumi. Karenanya, Matahari tampak berada di atas belahan Bumi utara selama sekitar setengah tahun dan berada di atas belahan Bumi selatan setengah tahun sisanya.

Perubahan posisi tampak Matahari menyebabkan perubahan musim di Bumi, misalnya empat musim di daerah subtropis dan juga musim kering-basah di wilayah Indonesia.

BACA: Gempa Guncang Sulawesi Selatan, Warga Diminta Tetap Tenang

Fenomena siang hari tanpa bayangan akan terjadi di Jakarta dan Serang pada Selasa (9/10). Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) melaporkan fenomena yang terjadi pada dua kali dalam periode bulan Maret-April dan September-Oktober.

BACA JUGA :  Berat Badan Naik Usai Lebaran? Ini Beberapa Penyebabnya

Perbedaan wilayah di Indonesia akan merasakan fenomena hari tanpa bayangan dua kali dalam masa. Serang dan Jakarta akan dilintasi fenomena hari tanpa bayangan pada hari ini (9/10).

Tepat siang nanti, Rhorom menjelaskan posisi matahari akan tepat tepat di atas kepala. Puncak hari tanpa bayangan di Jakarta dan Serangarang akan terjadi pada pukul 11.40 WIB.

Menurut Peneliti sains antariksa LAPAN Rhorom Priyatikanto, fenomena ini akan terjadi dalam waktu singkat dan berakhir tepat saat waktu dzuhur.

“Hari tanpa bayangan hanya berlangsung sekitar 10 menit, lebih dari rentang waktu yang bayangan akan semakin kentara. Saat puncak hari tanpa bayagan akan terdengan azan karena akan bertepatan dengan waktu dzuhur,” tambahnya.

BACA JUGA

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.318,8
EUR
16.268,5
JPY
123,9
KRW
12,0
MYR
3.401,9
SGD
10.563,6