31.1 C
Makassar
Tuesday, October 20, 2026
HomeEkbisHUT ke-357 Sulsel, Gubernur Andi Sudirman Soroti Rp3,7 Triliun Infrastruktur hingga Penguatan...

HUT ke-357 Sulsel, Gubernur Andi Sudirman Soroti Rp3,7 Triliun Infrastruktur hingga Penguatan Ekonomi Rakyat

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, memperkuat ekonomi kerakyatan, dan mendorong swasembada pangan.

Hal itu disampaikan Andi Sudirman dalam Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi ke-357 Sulawesi Selatan dengan tema “Ekonomi Tumbuh, Swasembada Pangan, Jaya Infrastruktur” di Kantor DPRD Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Senin (19/10/2026).

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi, didampingi para wakil ketua. Hadir pula Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta perwakilan lembaga dan instansi vertikal.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Sudirman memaparkan sejumlah program prioritas yang akan terus dilanjutkan pemerintah provinsi.

Salah satunya pembangunan infrastruktur melalui skema kontrak tahun jamak atau Multi Years Project (MYP) periode 2025–2027 dengan nilai anggaran mencapai Rp3,7 triliun.

Gubernur berharap pelaksanaan proyek tersebut dapat dipercepat, terutama pada 2026 dan 2027, sehingga manfaat pembangunan bisa lebih cepat dirasakan masyarakat.

“Ke depan, kita tentu harus lebih memperkuat program-program yang sudah dijalankan. Ada program prioritas kita Multi Years Project yang sekarang sedang berjalan. Kita berharap pelaksanaannya bisa dipercepat untuk tahun 2026 ini dan 2027,” kata Andi Sudirman.

Tak hanya infrastruktur, pertumbuhan ekonomi Sulsel juga menjadi perhatian pemerintah provinsi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Sulawesi Selatan pada triwulan II 2026 tumbuh 5,59 persen secara tahunan (year on year). Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan ekonomi nasional yang berada pada angka 5,29 persen.

Pertumbuhan ekonomi Sulsel ditopang sejumlah sektor unggulan, antara lain pertanian, perdagangan, konstruksi, dan industri pengolahan.

“Capaian ekonomi Sulawesi Selatan yang tumbuh membanggakan ini merupakan hasil kolektif bersama,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah provinsi juga menyoroti indikator kesejahteraan masyarakat.

Data BPS mencatat jumlah penduduk miskin di Sulsel pada Maret 2026 sebanyak 669,63 ribu orang atau 7,24 persen dari total penduduk. Angka tersebut turun 15,51 ribu orang dibandingkan September 2025.

Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka pada Mei 2026 tercatat 4,66 persen, turun 0,29 poin persentase dibandingkan Februari 2026.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulsel pada 2025 juga meningkat menjadi 75,92, dari 75,18 pada 2024.

Meski sejumlah indikator menunjukkan perkembangan, Andi Sudirman menegaskan pembangunan harus tetap diarahkan pada program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan menengah ke bawah.

Pemprov Sulsel akan memperkuat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mengembangkan pasar murah, serta mendorong berbagai program pengentasan kemiskinan.

Antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan pasar murah dalam rangkaian Hari Jadi ke-357 Sulsel juga disebut menjadi bahan evaluasi pemerintah untuk menghadirkan program yang lebih sesuai dengan kebutuhan warga.

Sejumlah kegiatan telah digelar pada 16–18 Oktober 2026, di antaranya Sulsel Expo and Culinary, pasar murah, job fair, jalan sehat Anti Mager, hingga kirab swasembada pangan.

“Kita ingin melihat bagaimana animo masyarakat terhadap pasar murah kemarin, termasuk pemberdayaan UMKM,” katanya.

Andi Sudirman juga meminta agar pengentasan kemiskinan tidak berhenti pada program, tetapi diwujudkan melalui aksi konkret di lapangan.

Termasuk di antaranya penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kita ingin ada aksi-aksi konkret di wilayah-wilayah, terutama untuk masyarakat menengah ke bawah, termasuk pengentasan kemiskinan dan pembangunan rumah layak huni,” ujarnya.

Untuk menggerakkan ekonomi daerah, Pemprov Sulsel juga berencana mengembangkan sejumlah sentra aktivitas ekonomi melalui pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) dan ruang publik di beberapa titik wilayah.

Fasilitas tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan menyediakan ruang interaksi masyarakat, tetapi juga diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi pelaku UMKM.

Dengan demikian, aktivitas ekonomi lokal dapat terus bergerak dan menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.

“Pembangunan ke depan juga harus menghadirkan sentra-sentra pergerakan ekonomi, misalnya ruang terbuka hijau dan ruang publik yang akan kita bangun di beberapa titik. Harapannya, ruang-ruang ini bisa mendukung kegiatan bermasyarakat sekaligus membuat ekonomi terus berputar,” pungkasnya.

Momentum Hari Jadi ke-357 Sulawesi Selatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi memperkuat arah pembangunan daerah melalui tiga fokus utama, yakni pertumbuhan ekonomi, swasembada pangan, dan percepatan pembangunan infrastruktur.

Program tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan pengentasan kemiskinan, pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan. (*)

spot_img

Headline

spot_img
spot_img