25 C
Makassar
Selasa, Januari 19, 2021
Beranda Hukrim Jelang Tugas di Perbatasan, Personel YONARMED 6 Digembleng Latihan

Jelang Tugas di Perbatasan, Personel YONARMED 6 Digembleng Latihan

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – 400 personel YONARMED6/Tamarunang 3/ KOSTRAD yang akan diberangkatkan menjaga tapal batas Indonesia – Timor Leste, hari ini mulai digembleng latihan dan pembekalan lapangan.

Para personel ini dilepas oleh Pangdivif 3/Darpa Cakti Yudha, Mayjen TNI Wanti Waranei F. Mamahit, melalui upacara pelepasan yang berlangsung di lapangan markas komando YONARMED 6/Tamarunag 3/KOSTRAD, jalan Mappaouoddang, kota Makassar, Selasa (12/1/2021) pagi.

Wanti Waranei yang bertindak srbagai Inspektur Upacara (Irup) berpesan kepada seluruh prajurit agar bersungguh-sungguh dalam menjalani latihan. Hal ini dimaksudkan, supaya prajurit tidak lagi kebingungan saat berada di lokasi tugas.

“Saya harap semua prajurit bersungguh-sungguh dalam latihan ini. Ini adalah momentum kalian membuktikan diri, bahwa kalian layak mengabdi kepada masyarakar sebagai prajurit TNI,” ujarnya.

“Lebih baik kita mandi keringat saat latihan, dari pada mandi darah di medan perang. Sebab, ini semua kita lakukan untuk menjaga keutuhan NKRI yang sangat kita cintai ini,” tegasnya.

Sementara Komandan Batalyon Armed (Danyonarmed) 6/3 Kostrad, Mayor Arm Andang Radianto, S.A.P, yang juga betindak sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) mengatakan, semua personel berangkat latihan di Sappaya, kabupaten Gowa, mulai hari ini.

400 prajurit tersebut diusung menggunakan 24 truk dan dikawal oleh dua unit kendaraan Polisi Militer (PM). Mereka bakal menjalani latigan pra tugas selama 12 hari dan bakal melakukan sejumlah simulasi.

“Kita akan melakukan simulasi persis seperti yang akan kita lakukan di perbatasan nanti. Kita latihan mengecek patok perbatasan menggunakan GPS, latigan teritorial seperti mengajar di SD, melakukan pengobatan massal, juga bakti sosial seperti sunat massal,” jelas Andang.

Lebih jauh Andang mengatakan, berbagai tugas prioritas mereka bakal dipraktikkan dalam latihan. Semua pemahaman dan kemampuan prajurit harus dipasrikan tuntas dalam latihan, agar persoalan yang digadapi di perbatasan nantinya bisa diselesaikan dengan baik.

Meskipun tugas pokok mereka adalah menjaga patok perbatasan agar tifak bergeser, juga membuka gerbang perbatasan, tetapi program-program penanganan narkoba, ilegal logong, human traffiking, sampai pada kesejahteraan masyarakat perbatasan, juga turut menjadi tanggung hawab mereka.

“Kita tentu memastikan, hasil dari latihan ini, nantinya prajurit tahu betul dalam menangani persoalan patok perbatadan. Mereka paham bagaimana menyelesaikan, berkoordinasi dengan pihak terkait sesuai dengan ketentuan undang-undang.”

“Selain itu, menyelesaikan barang selundupan, narkotika, pengungsi ilegal, harus mampu mereka diselesaikan. Juga bagaimana kita meningkatkan taraf hidup masyarakat di sana,” tutup Andang.

Para prajurit ini sendiri bakal dibetangkatkan ke perbatasan Indonesia – Timor Leste pada bulan Februari 2021 mendatang.

- Advertisement -

Headline