31 C
Makassar
Selasa, Juli 5, 2022
BerandaEkbisJelang UNBK, SMA Bone Siapkan Aplikasi Khusus Bimasoft

Jelang UNBK, SMA Bone Siapkan Aplikasi Khusus Bimasoft

- Advertisement -

BONE, SULSELEKSPRES.COM – Menjelang Ujian Nasional Berstandar Komputer (UNBK) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) pada tahun 2019, seluruh UPT SMA dan SMK di Kabupaten Bone sudah mempersiapkan penggunaan aplikasi khusus untuk ujian mandiri dalam hal ini (Bimasoft).

Sekolah Berstandar Nasional atau USBN ini dengan menggunakan sistem operasi android mulai dilakukan tahun ini di seluruh SMA di Kabupaten Bone.

Koordinator Proktor UNBK dan USBN Shabiel Zakaria kepada Sulselekspres.com mengatakan mulai tahun ini semua sekolah didorong agar ujian sekolah sudah berbasis komputer bahkan Android.

BACA: Masyarakat Desa Lallatang Dibekali Penyuluhan Keluarga Berencana

Menurut Shabiel yang juga Helpdesk UNBK Sulsel itu, pihak sekolah sekarang ini telah menyiapkan aplikasi khusus USBN yaitu Software Bimasoft yang baru dikenalkan Disdik Provinsi itu.

“Software itu telah diisi dengan soal-soal yang dibuat oleh tim MGMP dan tersimpan di bank soal,”ujarnya, Senin (4/3/2019).

Di Bone misalnya sekolah yang telah melaksanakan USBN Berbasis Android adalah SMA Negeri 1 Bone.

BACA: Brimob C Pelopor Bone, Giat Pasar Murah

“Bahkan tahun ini ditargetkan 100 persen ujian sekolah sudah berbasis komputer dan android,”pungkasnya.

Salah satu contohnya di SMAN 1 Bone, menurutnya dari 248 siswa kelas XII semua siap mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional atau USBN dengan berbasis HP Android.

Adapun pelaksanaan USBN itu akan dilaksanakan serentak mulai 13 hingga 20 Maret 2019 mendatang.

Sebelumnya, Kepala UPTD Pendidikan Wilayah 3 Sulawesi Selatan Andi Syamsu Alam mengungkapkan penggunaan aplikasi ini sebagaimana anjuran Dinas Pendidikan Sulsel sebagai persiapan penyelenggaraan ujian berbasis komputer

“Sesuai anjuran dari Provinsi, semua sekolah harus basis komputer sehingga aplikasi ini dianggap sangat efektif digunakan untuk USBN, UNBK dan ulangan semester,”ungkapnya.

Menurut A. Syamsu Alam menjelaskan melalui pplikasi ini sekolah sudah bisa menghemat biaya.

“Dulu, penggandaan soal itu habiskan biaya hingga puluhan juta, kita bandingkan aplikasi ini hanya Rp1 Juta dan ini sudah efisiensi tenaga, biaya dan menjamin elektabilitas kejujuran siswa,”jelasnya.

Penulis: Yusnadi
spot_img
spot_img

Headline