26 C
Makassar
Rabu, Januari 20, 2021
Beranda Headline Jika Ada Yang Tolak Divaksin, Ini Kata Nurdin Abdullah

Jika Ada Yang Tolak Divaksin, Ini Kata Nurdin Abdullah

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Vaksinasi menjadi salah satu topic yang paling sering muncul di kanal media pemberitaan saat ini. Mulai dari akan diperadakannya vaksin dari luar masuk Indonesia, media sudah mulai rebut dengan pro kontranya.

Belum lagi ketika membahas terkait kelayakan vaksin Sinovac yang disebut dari Cina tersebut yang akan digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia termasuk Sulawesi Selatan (Sulsel). Para tokoh masyarakat ada yang pro da nada yang kontra terkait vaksin tersebut.

Meski begitu, rupanya pemerintah tetap bersikeras untuk mendatangkan vaksin Sinovac ke Indonesia, tentunya dengan beberapa pertimbangan. Bahkan distribusi vaksin pun sudah mulai kemarin, Selasa (5/1/2021) ke masing-masing daerah provinsi.

Seperti halnya Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengimbau kepada masyarakatnya untuk bisa menerima vaksin yang telah didistribusi tersebut.

“Yang pasti vaksin ini sudah lewat uji klinis. Insyallah tidak ada dampak apa-apa. Yang namanya vaksin pasti ada demam dan sebagainya. Ada juga yang tidak berefek karena imunya. Ada juga kriteria yang harus memenuhi syarat orang-orang yang divaksin,” jelas Nurdin, Selasa (5/1/2021).

Lantas bagaimana jika ada yang menolak untuk divaksin? Beberapa daerah seperti Jakarta, Depok, dll telah mmebuat Peraturan Daerah (Perda) terkait dengan penerapan vaksin hingga bagi yang menolak akan diberikan sanksi berupa denda.

Nurdin Abdullah ketika ditanya perihal itu, mengatakan bahwa menyoal penolakan untuk divaksin tidak perlu untuk dibesar-besarkan.

“Jadi kalau saya jangan kita besar-besarkan soal nolak, yang ada saja belum cukup. Jadi saya kira Insy Allah akan kita berikan ini dengan baik kepada masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu ragu. Mengingat vaksinasi sepenuhnya akan ditanggung oleh pemerintah. Akan tetapi penyelenggaraannya akan dilakukan secara bertahap. Tidak bisa semuanya langsung divaksin.

“Gratis, 74 triliun disiapkan negara untuk memvaksin seluruh masyarajat, jadi nda usah ragu,” ungkapnya.

Seperti diketahui bahwa sebanyak 30 unit vaksin atau 16 koli paket vaksin telah mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin pada Selasa (5/1/2021) kemarin subuh. Sisanya kemudian akan menyusul dikirim. Namun, Gubernur Sulsel beserta Dinas Kesehatan beraharap agar pendistribusian vaksin dapat selesai sebelum hari vaksinasi serentak.

- Advertisement -

Headline