29.5 C
Makassar
Thursday, May 14, 2026
HomeDaerahKampung Tangguh Dibentuk, Terapkan Protokol Kesehatan Cegah Covid-19

Kampung Tangguh Dibentuk, Terapkan Protokol Kesehatan Cegah Covid-19

- Advertisement -

WATAMPONE, SULSELEKSPRES.COM – Menghadapi penilaian kampung tangguh yang digagas Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Kapolres Bone AKBP Try Handoko didampingi Bupati Bone HA Fahsar M Padjalangi melaksanakan rapat koordinasi pembentukan kampung tangguh dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid 19.

Rapat ini berlangsung di Ruang Rapim Kantor Bupati Bone, Kamis (11/6/2020).

Hadir dalam rakor tersebut Wakil Bupati Bone H Ambo Dalle, Plt Sekda Bone A Muh Yamin, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bone, Camat Barebbo, serta Kepala Desa Lampoko.

Ditunjuknya Desa Lampoko Kecamatan Barebbo, mewakili Bone diajang penilaian kampung tangguh oleh pemerintah kabupaten disebut Wanua Pore-na Bone.

Kapolres Bone, AKBP Try Handako memaparkan terkait penilaian kampung tangguh yang memiliki ketahanan pangan di tengah pandemi covid-19.

“Pembentukan kampung tangguh merupakan salah satu program dari Polri dalam menciptakan lingkungan kampung yang mampu bertahan dalam situasi covid-19 sekarang ini. Desa itu nantinya bakal mengedepankan protokol kesehatan, mulai dari pakai masker, jaga jarak, makan sehat, cuci tangan pakai sabun, rajin olahraga, tidak merokok,” papar AKBP Try Handoko.

Selain itu, Lanjut kata Try kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan hari Bhayangkara ke 74 yang akan dilaksanakan 1 Juli 2020 mendatang.

“Nantinya bakal dinilai secara nasional kampung tangguh nusantara ini juga sebagai kado Hari Bhayangkara 1 Juli,” lanjutnya.

AKBP Try Handako menambahkan kampung tangguh nusantara adalah program pemerintah pusat dalam menjaga ketahanan pangan di tengah pandemi covid-19.

“Ini adalah program pusat bagaimana upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan ditengah pandemi covid-19,” katanya kepada sulselekspres.com Kamis, (11/06).

Sementara itu, Bupati Bone, HA Fahsar M Padjalangi mengungkapkan, kenapa Desa Lampoko ditunjuk mewakili Bone, mengingat desa tersebut pernah beberapa kali mengikuti penilaian baik ditingkat provinsi maupun nasional.

Bahkan, Desa Lampoko pernah keluar sebagai juara diajang lomba P2WKSS tingkat provinsi.

“Dan memang selama ini, Desa Lampoko tidak pernah putus pembinaannya. Disana juga program ketahanan pangan sudah berjalan sejak lama. Disamping itu, pemerintah desa dan masyarakatnya, sudah terbiasa menghadapi penilaian. Jadi tinggal dipoles saja sedikit,” ungkapnya.

Bupati Bone dua periode ini mengharapkan, karena penilaian ini fokusnya covid, maka orientasi kesehatan juga harus didahulukan.

“Kalau perlu kita bisa meraih juara di tingkat nasional,” harap bupati.

HA Fahsar M Padjalangi mengaku optimis Bone dapat menjadi juara nasional.

Olehnya itu, mantan staf ahli gubernur ini meminta kolaborasi antar satu instansi, maupun OPD dalam mengawal Desa Lampoko menjadi Kampung Tangguh Nusantara.

“Karena yang bakal dinilai nantinya
Ketangguhan masyarakatnya dalam menghadapi pandemi Covid 19,” akuinya.

Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone, HA Asman Sulaiman optimis Bone mampu meraih juara di ajang penilaian kampung tangguh.

Apalagi kata Asman, di Desa Lampoko sudah ada sejak lama masyarakatnya mengembangkan beragam varian komoditi ketahanan pangan.

”Itu sejak saya menjabat camat disana, sudah melakukan pembinaan kepada masyarakat tentang pentingnya mewujudkan ketahanan pangan di desa itu,” ujarnya.

Saat ini kata Asman, Desa Lampoko menjadi pemasok tertinggi bahan pangan yang dijual di Toko Tani Indonesia Center (TTIC).

spot_img

Headline

spot_img
spot_img