24 C
Makassar
Senin, September 27, 2021
BerandaMetropolisKasus Covid Naik, Dinkes Sulsel Jamin Ketersediaan Kamar RS Rujukan Aman

Kasus Covid Naik, Dinkes Sulsel Jamin Ketersediaan Kamar RS Rujukan Aman

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Kasus Covid-19 di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali mengalami peningkatan. Meski demikian, Dinas Kesehatan Sulsel memastikan Bed Occupansi Ratio (BOR) atau keterisian kamar tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 masih aman.

Kepala Dinkes Sulsel, dr Ichsan Mustari, mengaku meski kasus Covid-19 naik turun setiap hari, tetapi tingkat keterisian kamar tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Makassar masih dalam kondisi aman. Ia mengungkapkan berdasarkan data BOR di lima RS rujukan di Sulsel mencapai 11,2 persen.

“BOR kita sampai kemarin berada pada angka 11,2 persen untuk lima RS rujukan Covid-19. Alhamdulillah, angka 11,2 persen itu aman sekali,” ujarnya kepada merdeka.com saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (16/6) .

Ichsan mengaku Dinkes Sulsel baru akan membuka seluruh rumah sakit di kabupaten/kota dan lapangan jika tingkat keterisian kamar tidur di lima RS rujukan Covid-19 mencapai 70 persen.

“Kalau sudah 70 persen, kita buka semua (rumah sakit) di kabupaten/kota dan juga rumah sakit lapangan,” kata dia.

Ichsan mengungkapkan, saat ini setidaknya ada 499 pasien Covid-19 yang menjalani isolasi di nomor rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Makassar. Ichsan menyebut dari jumlah tersebut, Kota Makassar menjadi penyumbang terbanyak pasien Covid-19.

“Hal yang wajar, karena Makassar ini Hub daerah lain di Sulsel dan juga Indonesia Timur. Makassar juga pusat perekonomian bagi Sulsel,” kata dia.

Sementara itu terkait antisipasi Dinkes Sulsel terjadinya peningkatan kasus Covid-19 di Pulau Jawa, Ichsan mengaku baru saja menambahkan beberapa langkah seperti penambahan pintu masuk Sulsel seperti bandara dan pelabuhan.
“Bagaimana impor kasus kita tekan, yakni dengan memperkuat diperbatasan seperti di bandara dan pelabuhan. Semua data eHAC para pendatang itu kita datang ke kabupaten/kota agar dipantau selanjutnya, sehingga bisa dimitigasi,” katanya.

BACA JUGA :  Gubernur Serahkan Bantuan Darurat Rp1,4 Miliar untuk Banjir Wajo
BACA JUGA :  Sekprov Sulsel Dorong Inklusi Ekonomi Nasional

Ichsan mengatakan, sampai saat ini belum ditemukan varian baru Covid-19 di Sulsel. Meski demikian, masih menunggu hasil pemeriksaan sampel ratusan pekerja proyek pembangunan Apartemen 31 Sudirman Suite yang terinfeksi Covid-19.

“Kita periksa kemarin itu karyawan Apartemen 31 belum ada hasilnya, karena pemeriksaan itu tidak dilakukan di sini, tapi dilakukan di Jakarta . Kita masih menunggu apakah itu varian baru atau buka,” ucapnya.

Sementara Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menambahkan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Sulsel, masih mengandalkan Pemberlakuan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro. Selain itu, penerapan protokol kesehatan lebih diintensifkan lagi.

“Intinya kita sudah ada PPKM skala mikro. Tentu saya sudah menginstruksikan kepada semua untuk waspada, apalagi ada peningkatan (kasus Covid-19) di luar wilayah Sulsel,” katanya.

Sekadar diketahui, data kasus Covid-19 Dinkes Sulsel pada 15 Juni 2021, mencatat ada 41 orang positif terinfeksi Covid-19. Dari angka tersebut kota Makassar menjadi penyumbang tertinggi kasus Covid-19 yakni sebanyak 19 orang disusul Toraja Utara ada delapan orang.

Selanjutnya Luwu Timur delapan orang, Bantaeng tiga orang, Parepare 2 orang, Pinrang dua orang, Takalar dua orang, dan Bulukumba 1 orang.

BACA JUGA
spot_img
spot_img
spot_img

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.283,7
EUR
16.740,1
JPY
128,9
KRW
12,1
MYR
3.410,2
SGD
10.551,0
BACA JUGA :  Pemprov-Bawaslu Sepakati Perjanjian Hibah Daerah
- Advertisment -