26 C
Makassar
Sabtu, Januari 22, 2022
BerandaDaerahKelangkaan Pupuk, Dinas Pertanian Bone Panggil Distributor dan Pengecer

Kelangkaan Pupuk, Dinas Pertanian Bone Panggil Distributor dan Pengecer

- Advertisement -

BONE, SULSELEKSPRES.COM – Polemik ketersediaan pupuk menjelang musim tanam tiba, dikeluhkan petani sehingga Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone memanggil distributor dan pengecer pupuk untuk membahas permasalahan pupuk yang diduga mengalami kelangkaan.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Ir H Sunardi Nurdin, menepis isu kelangkaan pupuk ini.

“Ketersediaan pupuk di Kabupaten Bone tidak langka. Kenyataannya di lapangan tidak ada kelangkaan, cuma memang pendistribusian pupuk ini perlu diperlancar,” katanya kepada sulselekspres.com. Selasa, (02/06/20).

Saat ditanyai apa alasan dari kelangkaan pupuk di Bone ini. Sunardi mengklaim pupuknya sudah ada tersedia pada saat musim tanam

“Apapun alasannya pupuk harus ada tersedia dan minimal ada di kios sebelum musim tanam, sehingga tepat waktu,” akuinya.

Salah seorang pengecer Abbas mengungkapkan, ada masalah kendala pendistribusian pupuk tersebut.

“Kendalanya, saat puncak pemakaian pupuk selalu bersamaan. Saya juga dapati RDKK di lapangan rata-rata petani punya lahan tiga hektare ke atas dan ada memasukkan nama anaknya dan istrinya sehingga susah terkendali siapa yang pakai pupuk non subsidi dan siapa pakai pupuk subsidi. Jadi seharusnya ada pendataan akurat mulai dari kelompok tani dan kepala desa,” ungkap Abbas.

Hal ini juga dikeluhkan seorang pengecer lainnya asal Kecamatan Kahu Darwis menyampaikan bahwa ketersediaan pupuk di gudang memang kadang tidak ada.

“Kalau dikatakan ratusan ton tersedia di gudang produsen itu, saya kaget karena tidak ada stok Petro, kecuali kalau hari ini pupuk baru datang. Sehingga waktu itu kami terpaksa beli pupuk organik 18 ton untuk menutupi kekurangan pupuk ke masyarakat,” keluhnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bone Herman S.T mempertanyakan keberadaan kuota pupuk bersubsidi.

BACA JUGA :  Kampenye di Batulappa, BERSALAM Akan Perbaiki Kualitas Jalan dan Pendidikan

Pasalnya, tidak sedikit petani yang menjerit kesusahan mendapatkan pupuk bersubsidi saat musim tanam tiba.

“Kami memahami kuota pupuk bersubsidi berkurang dari 95 ribu ton menjadi 86 ribu ton. Kemana itu yang 86 ribu ton?,” kata Herman.

Herman menegaskan pada saat petani butuh pupuk, justru pupuk semakin susah diperoleh.

“Seharusnya, sebelum memasuki musim tanam, kelompok tani sudah memasukkan RDKKnya. Sehingga kebutuhan petani sudah bisa ditaksir jauh hari sebelum musim tanam tiba. Apabila pupuk langka, distributor dan pengecer yang tidak mampu memenuhi kebutuhan petani diharap berhenti saja, karena merugikan petani,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Bone, Kaharuddin, memberikan atensi kepada pengecer pupuk. Hal ini untuk menyikapi terkait kelangkaan pupuk.

H.Kaharuddin saat ini menjabat sebagai
Anggota Banggar menegaskan, bagi pengecer pupuk “nakal” harus diberikan sanksi.

Menurut, H Kahar Ini semata-mata dilakukan agar pelayanan terhadap penyediaan pupuk bagi petani tetap tersedia. Apalagi jelang musim tanam tiba.

“Masih banyak kok pengusaha yang siap jadi pengecer,” tegasnya.

Lanjut, H Kahar apabila ketersediaan pupuk disebabkan oleh terkendala pada pengecer, maka Dinas terkait harus menyikapi serius kejadian ini.

“Tolong dinas sebagai komisi pengawas berikan sanksi, ganti kalau perlu. Karena ada beberapa pengecer yang masih membawahi 2 sampai 5 desa padahal modal kerjanya terbatas. Bumdes itu bisa dijadikan pengecer sekaligus pemberdayaan ekonomi desa,” lanjutnya.

Sebelumnya, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone, bakal menjadwalkan akan melaksanakan rapat bersama distributor dan pengecer pupuk di Aula Kantor Dinas Pertanian.

“Iye rencana ndi di kantor,” singkat H Sunardi, kepada sulselekspres.com.

Kata Sunardi, pertemuan ini perlu dilakukan karna memang perlu dievaluasi beberapa pengecer oleh distributor.

BACA JUGA :  Lomba Inovasi Jelang New Normal, Sinjai Juara 2 Kategori Pelayanan Terpadu Satu Pintu

“Karena yang mengangkat dan memberhentikan pengecer adalah sepenuhnya distributor,” terangnya. (*)

BACA JUGA

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.318,8
EUR
16.268,5
JPY
123,9
KRW
12,0
MYR
3.401,9
SGD
10.563,6