31 C
Makassar
Minggu, September 25, 2022
BerandaDaerahKepala Inspektorat Minta ASN Tidak Menggunakan Gas Elpiji Bersubsidi

Kepala Inspektorat Minta ASN Tidak Menggunakan Gas Elpiji Bersubsidi

PenulisLuki Amima
- Advertisement -

PAREPARE, SULSELEKSPRES.COM – Kepala Inspektorat Kota Parepare, Muh. Husni Syam meminta, Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare, untuk tidak menggunakan gas elpiji ukuran 3kg. Hal tersebut, berdasarkan Seruan Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Nomor : 541/7472/DESDM tentang Larangan Penggunaan LPG Tabung Ukuran 3Kg.

Husni mengatakan, gas elpiji 3kg hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang masuk dalam kategori miskin, yang telah disubsidi oleh pemerintah. Oleh karena itu, kata dia, PNS harus memberikan contoh yang baik dalam melaksanakan aturan tersebut bahwa, PNS hanya dibolehkan untuk menggunakan gas elpiji ukuran 5,5kg dan 12kg. Hal tersebut, katanya, juga berlaku bagi para pelaku usaha tertentu.

“Mungkin saja selama ini mereka tidak tahu. Makanya, perlu dilakukan peningkatan pengawasan pada agen. Kami juga berharap pihak Pertamina untuk lebih mengaktifkan sosialisasi, terhadap kegiatan penyaluran gas,” jelasnya.

BACA: Gas Elpiji, Plt Kadisdag : Gas 3Kg Diperuntukkan Bagi Masyarakat Miskin

Husni mengungkapkan, pada prinsipnya Pemkot Parepare menjembatani persoalan tersebut, terlebih hal karena menyangkut kepentingan masyarakat banyak. Sehingga, kata dia, pihaknya tidak tinggal diam dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya pemenuhan gas elpiji.

“Insya Allah terus kami pantau, dan sekiranya ini memang tidak bisa kami atasi, tentu kami akan berkordinasi dengan pihak Pertamina untuk dilakukan operasi pasar,” bebernya.

Husni menjelaskan, pihaknya terlebih dahulu melihat perkembangan selanjutnya, karena selama ini distribusi di lapangan cukup lancar. Bahkan, lanjut dia, setiap hari gas didistribusikan sebanyak 10 truk, setiap truk berisi 560, jadi total 5.600 tabung. Artinya, tambahnya, jumlah itu dapat mencukupi kebutuhan masyarakat, namun pihaknya akan tetap melihat di mana hambatannya.

Husni khawatir, jangan sampai ada sampai ada oknum nakal melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya mengarah kepada permasalahan hukum. Oleh karena itu, ujarnya, hal tersebut dapat menjadi perhatian bagi semua pihak khususnya bagi aparat penegak hukum, untuk melakukan penindakan. Begitupun, kata dia lagi, kepada pihak Pertamina untuk segera mencabut izin jika ada pangkalan atau agen yang nakal.

BACA JUGA :  Terduga Pengoplos Gas Elpiji Ditangkap

“Pangkalan dan agen diminta untuk selektif, utamanya orang dari luar atau yang orang-orang yang membeli dalam jumlah banyak. Jangan sampai gas dibeli bukan peruntukannya,” pungkasnya.

spot_img

Headline