27 C
Makassar
Sabtu, Oktober 1, 2022
BerandaHealthKerap Kembung dan Mual, Waspadai Terserang Helicobacter Pylori

Kerap Kembung dan Mual, Waspadai Terserang Helicobacter Pylori

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Helicobacter pylori adalah jenis bakteri umum yang tumbuh di saluran pencernaan dan cenderung menyerang lapisan perut. Bakteri ini biasanya tidak berbahaya, tetapi pada beberapa kondisi juga bisa menyebabkan luka pada lambung dan usus kecil.

Bakteri ini dapat beradaptasi untuk hidup di lingkungan lambung yang keras dan asam. Bahkan juga mengubah lingkungan di sekitarnya dan mengurangi keasaman sehingga dapat bertahan hidup dengan lebih mudah.

Bentuk spiral dari bakteri ini memungkinkannya menembus lapisan perut yang dilindungi oleh lendir dan sel-sel kekebalan tubuh tidak dapat mencapainya. Hal inilah yang dapat menyebabkan masalah pada pencernaan.

Gejala Infeksi Helicobacter Pylori

Kebanyakan orang dengan Helicobacter pylori tidak memiliki gejala. Namun, jika bakteri menginfeksi dan menyebabkan kerusakan pada lapisan pelindung bagian dalam lambung, akan ada gejala yang dapat dialami, seperti:

Sakit perut tumpul atau terbakar (terutama saat perut kosong). Rasa sakit bisa berlangsung beberapa menit hingga berjam-jam dan mungkin datang dan pergi selama beberapa hari hingga berminggu-minggu.

Perut kembung.

Mual.

Penurunan berat badan tanpa sebab.

Muntah.

Bersendawa.

Nafsu makan buruk.

Tinja berwarna gelap.

Infeksi Helicobacter pylori dapat menyebabkan tukak lambung. Sementara tukak itu sendiri dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius, termasuk:

Pendarahan internal, yang dapat terjadi ketika tukak lambung menembus pembuluh darah dan dikaitkan dengan anemia defisiensi besi.

Obstruksi, yang dapat terjadi ketika tumor menyebabkan sumbatan pada usus besar.

Perforasi, yang bisa terjadi ketika ulkus menembus dinding perut.

Peritonitis, yang merupakan infeksi peritoneum, atau lapisan rongga perut.

Apa yang Menyebabkannya?

Masih belum diketahui secara pasti bagaimana infeksi Helicobacter pylori menyebar. Bakteri ini telah hidup berdampingan dengan manusia selama ribuan tahun. Infeksi diperkirakan menyebar dari mulut satu orang ke orang lain, seperti dengan berciuman.

Bakteri juga dapat menyebar melalui kontak dengan muntah atau tinja orang yang terinfeksi. Hal ini bisa terjadi ketika seseorang tidak mencuci tangan dengan bersih setelah menggunakan kamar mandi. Bakteri ini juga dapat menyebar melalui kontak dengan air atau makanan yang terkontaminasi.

Anak-anak lebih mungkin terkena infeksi Helicobacter pylori. Hal ini umumnya karena anak-anak tidak selalu mempraktikkan kebersihan yang layak. Lingkungan juga dapat mempengaruhi risiko mereka untuk infeksi ini.

Risiko seseorang terinfeksi lebih tinggi jika:

Kurangnya akses ke air bersih

Berbagi perumahan dengan orang lain yang telah terinfeksi.

Hidup dalam lingkungan padat penduduk.

Pilihan Pengobatan yang Tersedia

Jika kamu tidak memiliki gejala, pengobatan tidak diperlukan. Namun, jika memiliki gejala, biasanya dokter akan meresepkan obat-obatan yang tepat sesuai kondisi, seperti:

Antibiotik. Biasanya ada dua antibiotik diresepkan, antara amoksisilin, klaritromisin, metronidazol dan tetrasiklin.

Inhibitor Pompa Proton. Obat inhibitor pompa proton yang umum digunakan termasuk lansoprazole, omeprazole, pantoprazole, rabeprazole atau esomeprazole.

Bismut Subsalisilat. Terkadang dokter juga meresepkan obat bismut subsalisilat, dengan kombinasi bersama antibiotik dan penghambat pompa proton. Obat ini dapat melindungi lapisan perut.

Pengobatan kombinasi untuk infeksi Helicobacter pylori biasanya dilakukan selama 14 hari. Pastikan untuk mengonsumsi obat yang telah diresepkan dokter sesuai dosis dan aturan pakai yang sudah ditentukan, ya.

Sumber: halodoc.com

spot_img

Headline