23 C
Makassar
Kamis, Desember 8, 2022
BerandaOlahragaKetum PSSI Komitmen Lakukan Transformasi Sepak Bola

Ketum PSSI Komitmen Lakukan Transformasi Sepak Bola

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – PSSI menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap regulasi-regulasi di bidang sepak bola dan mensinkronkan regulasi-regulasi tersebut dengan peraturan-peraturan lain.

Iwan juga menjelaskan tentang catatan PSSI selama kepengurusannya. Ia mengatakan, PSSI telah melakukan berbagai transformasi positif dalam dunia persepakbolaan Indonesia, ntara lain dengan meningkatkan kesejahteraan para hakim garis sebagai salah satu upaya memberantas judi bola.

“Setiap wasit dikawal mulai saat memasuki arena laga, hingga selesainya laga dan saat keluar arena. Ini meghindarkan upaya-upaya yang dapat mempengaruhi pengaturan skor dalam setiap pertandingan di kompetisi sepak bola Indonesia,” kata dia.

PSSI juga berupaya terus mendorong tumbuhnya potensi pemain sepak bola di Indonesia melalui pembibitan usia dini di seluruh Indonesia.

Sementara untuk mendorong prestasi tim nasional (Timnas), PSSI juga melakukan upaya naturalisasi terhadap riga pemain keturunan Indonesia untuk Timnas, satu diantaranya adalah Shayne Pattynama yang sudah mendapatkan persetujuan DPR.

Sejumlah progres dan torehan gemilang telah ditorehkan Timnas sejak 2020.

Seperti gelar juara Piala AFF U-16 2022, Timnas Indonesia sebagai runner-up Piala AFF 2020, Tim U-23 Indonesia memperoleh perunggu di pentas SEA Games 2021. Tentunya, kata dia, ini mempengaruhi peringkat sepak bola Indonesia yang meningkat dari 171 menjadi 155 berdasarkan peringkat FIFA 23 Juni 2022.

“Itu semua hanya bisa diraih dan ditingkatkan melalui kompetisi yang berkelanjutan, untuk itu kami berharap pemerintah dapat segera mengaktifkan kembali kompetisi yang akan menjadi kawah candradimuka lahirnya pemain-pemain muda Garuda yang berkualitas,” ujar Iwan.

Dia menambahkan, sejumlah klub juga sudah meminta agar kompetisi segera bergulir kembali karena merasakan beratnya untuk mengaji operasional pemain, staf dan lainnya.

“Kompetisi telah menjadi ekosistem yang menggerakkan roda perekonomian di setiap daerah, sehingga dihentikannya kompetisi tentu memiliki imbas yang luar biasa bagi perekonomian,” pungkasnya.

spot_img

Headline

Populer