31 C
Makassar
Jumat, Desember 9, 2022
BerandaHealthKebiasaan yang Meningkatkan Risiko Kanker Paru

Kebiasaan yang Meningkatkan Risiko Kanker Paru

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Kanker paru adalah kondisi ketika sel-sel dalam tubuh tumbuh di luar kendali. Ketika kanker dimulai di paru-paru, itu disebut kanker paru-paru. Kanker paru dapat menyebar ke kelenjar getah bening atau organ lain dalam tubuh, seperti otak.

Kanker dari organ lain juga dapat menyebar ke paru-paru. Ketika sel kanker menyebar dari satu organ ke organ lain, kondisi ini disebut sebagai metastasis. Lantas, adakah kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko kanker paru? Ini ulasannya!

Hal yang  Meningkatkan Risiko Kanker Paru

Kanker yang berbeda memiliki faktor risiko yang berbeda. Beberapa faktor risiko, seperti merokok dan gaya hidup dapat diubah, namun untuk kondisi seperti usia dan riwayat keluarga tidak dapat diubah.

Berikut ini adalah kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko kanker paru:

1. Merokok

Sejauh ini merokok menjadi faktor risiko utama untuk kanker paru-paru. Sekitar 80 persen kematian akibat kanker paru-paru diperkirakan akibat merokok dan jumlah ini mungkin bahkan lebih tinggi untuk kanker paru-paru sel kecil.

Risiko kanker paru-paru bagi orang yang merokok berkali-kali lebih tinggi daripada orang yang tidak merokok. Semakin lama kamu merokok dan semakin banyak rokok yang diisap, maka  akan besar risiko kanker paru.

2. Terkena Paparan Asap Rokok

Sekalipun kamu tidak merokok, menghirup asap orang lain juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru. Asap rokok diperkirakan menyebabkan lebih dari 7.000 kematian akibat kanker paru-paru setiap tahun.

3. Paparan Kontaminasi Pabrik

Orang yang bekerja di pabrik, tambang, industri tekstil, dan galangan kapal lebih mungkin mengalami kanker paru. Risiko kanker paru-paru jauh lebih besar pada pekerja yang terpapar asbes yang juga merokok. Sejauh ini belum jelas seberapa banyak paparan asbes yang dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru.

Hanya saja, kalau rutin melakukan aktivitas di tempat-tempat yang rentan kontaminan demikian bisa memperbesar risiko kanker paru. Orang yang terpapar asbes dalam jumlah besar juga memiliki risiko lebih besar terkena mesothelioma, sejenis kanker yang dimulai di pleura (lapisan yang mengelilingi paru-paru).

4. Mengonsumsi Suplemen Makanan Tertentu

Orang yang merokok dan memiliki kebiasaan mengonsumsi suplemen beta karoten memiliki peningkatan risiko kanker paru. Jika kamu merokok, disarankan untuk tidak mengonsumsi suplemen beta karoten.

5. Mengonsumsi Air Minum yang Mengandung Arsenik

Kebiasaan minum air putih adalah sesuatu yang baik, namun bila minum air yang mengandung arsenik justru dapat menjadi masalah kesehatan. Beberapa negara di Asia Tenggara dan Amerika Selatan memiliki kadar arsenik tinggi dalam air minumnya, dan ini bisa meningkatkan risiko kanker paru.

Kanker paru-paru biasanya dikelompokkan menjadi dua jenis utama yang disebut sel kecil dan sel non-kecil (termasuk adenokarsinoma dan karsinoma sel skuamosa). Jenis kanker paru-paru ini tumbuh secara berbeda dan diperlakukan secara berbeda. Kanker paru-paru non-sel kecil lebih umum daripada kanker paru-paru sel kecil.

Kemudian ada juga tumor pancoast, juga dikenal sebagai tumor sulkus superior, yang  tumbuh di bagian atas paru-paru dan mengganggu struktur di sekitarnya. Tumor ini jarang terjadi bisa kondisi yang disebabkan oleh kondisi lain seperti limfoma atau TBC.

Lalu ada tumor karsinoid paru yang jarang terjadi dan cenderung tumbuh lebih lambat daripada jenis kanker paru lainnya. Karsinoid sangat jarang terjadi dan tumbuh lambat dan paling sering diobati dengan pembedahan.
Sumber: halodoc.com

spot_img

Headline

Populer