25 C
Makassar
Selasa, Januari 19, 2021
Beranda Edukasi Kurikulum Prodi Ilmu Hukum UNM Tinggal Ketuk Palu

Kurikulum Prodi Ilmu Hukum UNM Tinggal Ketuk Palu

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Kurikulum Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum, Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Universitas Negeri Makassar (UNM) tinggal menunggu pengesahan dari pihak Fakultas dan Universitas.

“Nanti kita sahkan di fakultas naik di universitas, kita laksanakan nanti jadi kurikulumnya kita,” kata ketua Prodi Ilmu Hukum FIS UNM, Herman kepada Sulseleskspres.com, Selasa (24/11/2020).

Disampaikan bahwa kurikulum tersebut merupakan hasil godokan dari workshop yang telah diselenggarakan pada Rabu (18/11/2020) lalu di Ballroom Phinisi UNM.

Adapun pihak-pihak yang ikut dalam penggodokan tersebut yakni dari pihak akademisi, pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), hingga aparat penegak hukum dihadirkan untuk ikut dalam merumuskan kurikulum yang mampu mengahadapi tantangan globalisasi.

“Itulah masukan ini, nanti kita masukkan di kurikulum untuk mendesain bagaimana kurikulum kita itu sesuai dengan perkembangan atau kondisi kekinian. Karena banyak masukan itu yang bagus,” ujarnya.

Herman menegaskan perlunya kurikulum yang mampu memberikan output yang memiliki kualifikasi dan berkompeten di bidangnya, serta mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan di masyarakat.

“Kalau mahasiswa lagi magang atau PPL cuman untuk membuat kopi, kita tidak mau seperti itu,” tegasnya.

Sementara itu, ia berharap agar para sarjana ilmu hukum nantinya mampu bersaing dalam dunia kerja serta mampu mengembangkan jiwa enterpreneurship nya.

“Karena ini sarjana hukum maka tentunya adalah yang paling relevan itu adalah misalnya jaksa, hakim, polisi, di pemerintahan provinsi atau pemerintah daerah lain,” jelasnya.

“Lalu kemudian mahasiswa yang tidak hanya menjadi pegawai negeri misalnya, tetapi sesuai dengan visi misi Universitas Negeri Makassar, enterpreneurship pengembangan jiwa kewirausahaan juga penting.

Herman berharap menjadi seorang sarjana ilmu hukum tidak hanya ingin dipekerjakan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Selain itu, ia menekankan pentingnya pendidikan moral.

“Yang penting tanggung jawab, kejujuran itu yang kita harapkan dari lulusannya kita. Selain misalnya kompetensi enterpreneurship, kompetensi kewirausahaan itu juga harus dimiliki oleh mahasiswanya. Kita jadi tidak hanya sekadar mencerdaskan orang. Tetapi skill kemampuan itu juga sebenarnya penting,” tutupnya.

- Advertisement -
PenulisSelfi

Headline