26 C
Makassar
Rabu, Januari 20, 2021
Beranda Metropolis DPRD-Pemkot Makassar Tandatangani MoU KUA-PPAS 2021

DPRD-Pemkot Makassar Tandatangani MoU KUA-PPAS 2021

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Makassar dan Pemerintah kota Makassar melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

Penandatanganan tersebut berlangsung dalam rapat paripurna dengan agenda penandatanganan MoU Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2021, yang berlangsung di ruang rapat paripurna DPRD Makassar, Senin (23/11/2020) malam.

Rapat Paripurna ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD kota Makassar, Rudianto Lalo, didampingi Wakil Ketua I Adi Rasyid Ali, Wakil Ketua II Andi Suhada Sappaile, dan Wakil Ketua III Andi Nurhaldin NH, juga dihadiri anggota dewan dan jajaran pemkot Makassar.

Menurut keterangan juru bicara Badan Anggaran DPRD Makassar, Hasanuddin Leo, sinkronisasi kebijakan pemerintah daerah dan pusat tertuang dalam penyusunan rancangan KUA-PPAS, yang bakal digunakan sebagai dasar penyusunan Raperda APBD 2021.

“KUA-PPAS berpedoman pada rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) Makassar tahun 2021 yang telah disinkronisasikan dengan RKPD Provinsi Sulsel,” ujar Hasanuddin Leo.

Lebih lanjut legislator DPRD Makassar dari fraksi PAN tersebut mengatakan rancangan KUA-PPAS tahun 2021 sudah diselaraskan dengan program masing-masing OPD, dan telah dibahas serta diseralaskan oleh Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Dalam kesempatan itu, Badan Anggaran DPRD Makassar juga memberikan saran kepada seluruh perangkat daerah melalui TAPD agar dalam menyusun rancangan APBD mengacu pada KUA-PPAS sebagaimana tertuang dalam nota kesepahaman bersama antara pemkot dengan DPRD.

Sementara itu penjabat Walikota Makassar, Rudy Djamaluddin, mengatakan penandatangan MoU tersebut telah melalui proses panjang. Sebab, hal tersebut menyangkut bagaimna untuk kemajuan Kota Makassar kedepan.

“Saya kira inilah wujud dari sinergitas. Yang kita rumuskan ini adalah adalah rumusan anggaran bagaimana membangun kota Makassar ke depan.

Rumusan awal yang dilakukan oleh eksekutif kemudian legislatif melengkapi,” jelas Rudy.

Kata Rudy, soal masukan-masukan yang harus dinaikkan yang muaranya tak lain sebagai optimalisasi anggaran harus sinkron dengan kebutuhan warga kota Makassar.

“Adapun masukan-masukan yang harus dinaikkan itu saya rasa adalah bagian dari pada mengoptimalisasi anggaran yang kita usulkan ke dewan untuk selanjutnya betul-betul berfungsi optimal untuk kota Makassar.”

“Inikan masih ada proses. Masih kebijakan umum anggaran, kemudian ini masih plafon sementara. Ini masih ada tahapan-tahapan selanjutnya disitu akan terjadi lagi penajaman-penajaman untuk memastikan bahwa yang kita harapkan dan yang keluar nanti betul-betul bisa menghasilkan postur anggaran, yang betul-betul bermanfaat khususnya bisa mengaklerasi ekonomi kota Makassar terkait dengan pemulihan ekonomi,” jelasnya.

Soal cacatan prioritas, pemkot diminta untuk menggalakkan perekonomian yang tahun ini terindikasi melambat. Oleh sebab itu, Rudy mengatakan, kedepannya lebih dioptimalkan melalui sendi-sendi investasi.

“Tadi sudah dipaparkan oleh Hasanuddin Leo bahwa kita fokus bagaimana menggerakkan ekonomi karena Makassar.”

“Karena, memang sempat melambat untuk di tahun 2020. Dan kita harapkan di 2021 ini merupakan suatu momentum untuk meningkatkan kembali kalau perlu menggenjotlan kembali untuk kota Makassar melalui sendi-sendi investasi,” tutupnya.

- Advertisement -

Headline