Mantan Kapolres Barru Lupa Kasus Penyerobotan Tanah yang Diduga Jadi Tempat Prostitusi

bukti laporan ke polisi oleh warga Barru/ IST

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Polemik kasus  tanah leluhur milik Muhammad Nasir (68) yang kini menjadi tempat prostitusi terus berlanjut.

Kasus ini sejatinya mulai bergulir sejak tahun 2012 lalu. Muhammad Nasir dan Muhammad Nur Razak awalnya melapor ke Polda Sulsel tentang penyerobotan dan perbuatan tidak menyenangkan oleh Amri Hj. Posang yang dianggapnya membangun tanah diatas miliknya.

Pada saat itu juga, Polda Sulsel kemudian melempar kembali ke Polres Barru dan sampai sekarang itu tidak jalan alias mandek.

Baca : Miris, Laporan Polisi Warga Barru ini Terkatung- Katung selama 10 Tahun

Sulselekspres.com mencoba menghubungi Kombes Pol Darma Lelepadang yang menjabat Kapolres Barru pada waktu Polda melimpahkan kasus tersebut.

Kombes Pol Darma Lelepadang yang kini menjabat Sebagai Kepala Bidang TI Polda Sulsel mengaku sudah bukan dalam kapasitas untuk berbicara. Karena ada etik kerja kepolisian yang harus dipatuhi.

“Saya juga sudah tidak tahu dan sudah lupa kasus tersebut. Silahkan ke Reserse saja dan Kapolres Barru yang menjabat sekarang,” singkatnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, kasus ini sebenarnya sudah digelar oleh Reserse Polda Sulsel.

“Namun pelapor Sudah disarankan untuk laporkan kasus tersebut secara perdata di pengadilan. Alangkah tetapi yang berangkutan tidak mau,” ungkap Dicky saat dikonfirmasi Sulselekspres.com, Sabtu (4/11/2017).

Baca : BLHD Barru Temukan Izin Kadaluarsa Penambang Ilegal

Terpisah, Irwasda Polda Sulsel, Kombes Pol Lukas Arry Dwiko Utomo mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tersebut dan berjanji bakal menuntaskannya. “Iya, sementara diproses,” singkat Lukas.

Diketahui, Muhammad Nasir seorang petani Kelurahan Mellawa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru mengaku sudah enam kali membuat Laporan Polisi (LP), namun terkatung- katung hingga 10 tahun.

Bahkan, tanah miliknya yang dilaporkan itu diduga telah dijadikan sebagai tempat prostitusi. Tanah yang diklaim miliknya seluas 3.750 meter persegi terletak di Kelurahan Mellawa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru.

Kuasa Pelapor, Muhammad Nur Razak, mengatakan, kini Muhammad Nasir Lebih memilih merantau ke Kalimantan karena sudah tidak tahu akan berbuat apa lagi. Mengingat tanah nenek moyangnya ini sudah dijadikan sebagai tempat prositusi.

Baca : Warga Desa Kupa Resah dengan Aktivitas Tambang Pasir

Pada saat itu, Muhammad Nasir yang ditemani Muhammad Nur Razak Sudah melaporkan ke Polwil (Polresta saat ini) Parepare pada tanggal 3 Desember 2007 terkait kasus penggelapan benda yang tidak bergerak dan mencopot tanah warisannya oleh Dahlan.

Setelah melapor, Polwil Parepare kemudian langsung mengarahkan Muhammad Nasir untuk melapor kembali melapor ke Polres Barru. Pada saat melapor ke Polres Barru Muhammad Nasir yang ditemani Muhammad Nur Razak juga turut melaporkan Sudirman dan Amri Hj. Bosang.