32 C
Makassar
Tuesday, May 26, 2026
HomeHeadlineMusisi Dian Pramana Poetra Meninggal Dunia Setelah Idap Penyakit Kanker Darah

Musisi Dian Pramana Poetra Meninggal Dunia Setelah Idap Penyakit Kanker Darah

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Belum lama setelah meninggalnya tiga personil grup band ‘Seventeen’, kabar duka kembali menyelimuti belantika musik tanah air.

Musisi kawakan Dian Pramana Poetra menghembuskan nafas terakhirnya
Kamis (27/12/2018) malam, setelah sebelumnya positif terdiagnosis kanker darah atau leukemia stadium empat.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh sang sahabat, Deddy Dhukun. “Iya benar (meninggal dunia). Jam 8 lewat 5,” ujarnya, dikutip dari detik.com.

Deddy pun mengungkap kronologis sebelum Dian Pramana Poetra meninggal dunia. Dian sempat dirawat di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Hermina Jatinegara, Jakarta Timur, namun pada Kamis (27/12/2018) hari ini, Dian meminta pulang ke rumah.

“Tadi dia minta pulang ke rumah. Harusnya nggak boleh pulang kan. Masih diinfus dia minta pulang. Akhirnya keluarganya mengiyakan dia pulang. Sampai rumah jam 8 lewat 5 meninggal. Ternyata dia memang jalannya begitu,” tuturnya.

Sepintas soal Sosok Dian Pramana Poetra

Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai musikus jenius yang melahirkan banyak tembang-tembang yang masih dikenal hingga kini. Dian Pramana Poetra juga dikenal sebagai personel 2D bersama Deddy Dhukun.

Namun lebih dari itu, ia juga memiliki begitu banyak karya lainnya, baik yang dinyanyikan olehnya, maupun dibawakan oleh penyanyi lainnya. Sebut saja sejumlah lagu mulai dari ‘Biru’ hingga ‘Masih Ada’.

Lahir di Medan, Sumatera Utara pada 2 April 1961, darah seni mengalir deras di tubuh Dian. Ayahnya adalah seorang musisi jazz.

Pada 1980, lagu ‘Pengabdian’ membawanya menjadi salah satu juara di ajang Lomba Cipta Lagu Remaja.

Selain bermusik bersama dalam 2D, dengan Deddy Dhukun, ia juga tergabung dalam K3S (Kelompok 3 Suara) dengan Bagus A. Ariyanto.

Album-album yang ditelurkannya antara lain ‘Indonesia Jazz Vocal’ (1983), ‘Intermezzo’ (1984), ‘5 Menit Lagi’ (1986), ‘Kau Seputih Melati’ (1986), ‘Gadis di Cafetaria’ (1988).

Kini sang musikus telah pergi. Selamat jalan, Dian Pramana Poetra. Beristirahatlah dengan tenang, karya-karyamu akan selalu kami kenang.

Penulis: Muhammad Adlan

spot_img

Headline

spot_img
spot_img