26.4 C
Makassar
Senin, Oktober 18, 2021
BerandaEkbisNasib Nahas Kanrerong Usai Ledakan Bom Bunuh Diri di Katedral

Nasib Nahas Kanrerong Usai Ledakan Bom Bunuh Diri di Katedral

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Siang ini, Senin (29/3/2021), Salah satu pusat Pedagang Kaki Lima (PKL) di kota Makassar, Kanrerong, cukup lengang. Hanya suara jendaraan yang melintas di jalan R.A Kartini saja yang sesekali memecah keheningan.

Kondisi ini kontras dengan hari-hari sebelumnya, tempat ini selalu ramai pengunjung, khususnya di sore hari. Rutinitas olahraga warga Makassar banyak terjadi di sini. Wajar saja, lokasinya memang berada di kawasan Lapangan Karebosi Makassar.

Akan tetapi, pasca insiden teror bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3/2021) pagi, lokasi ini sontak sepi. Sekitar 200 kios yang berderet saling memunggungi itu benar-benar lengang. Sebahagian besar justru tutup.

Insiden ledakan bom bunuh diri di gerbang Gereja Katedral Makassar memberikan dampak besar terhadap masyarakat kota Makassar. Bukan hanya persoalan psikis, tetapi juga menyerang sisi ekonomi mereka. Kanrerong menjadi salah satu buktinya.

Akibatnya, aktivitas ekonomi di kawasan ini nyaris macet. Hanya segelintir warga yang mampir, memesan kopi, atau sekadar santap siang, di sejumlah kios yang masih buka.

Pengamat ekonomi Universitas Hasanuddin, Dr. Anas Anwar, menilai Kanrerong bakal terpuruk dalam beberapa hari kedepan. Akan tetapi, semua bergantung pada kinerja Pemerintah Kota Makassar dan pihak keamanan setempat.

“Soal dampak pasti ada. Masyarakat masih merasa takut dengan insiden itu. Tapi sepertinya tidak akan berlangsung lama,” Anas membuka percakapan kepada Sulselekspres.com, Senin (29/3/2021) siang.

“Selama kasusnya bisa cepat diungkap dan pengamanan menunjukkan semakin ketat, maka dampaknya tidak terlalu besar, terutama untuk usaha-usaha kecil. Masyarakat masih takut untuk datang berbelanja karena takut kemungkinan masih ada kelanjutan dari bom lagi,” jelasnya.

Menurunnya rutinitas jual beli masyarakat di Kanrerong ini secara tidak langsung bakal berdampak pada pendapatan warga, khususnya para pedagang. Selain itu, jika hal ini berlangsung dalam waktu lama, maka kontribusi terhadap PAD juga bisa melemah.

BACA JUGA :  Pelabuhan Nusantara Parepare Terus Dipadati Penumpang

Dengan begitu, pemerintah kota Makassar diharapkan bisa bergerak cepat memberikan stabilitas atas insiden ini. Setidaknya, rasa takut msyarakat tidak berlarut-larut.

Bahkan Ketua Komisi B (Bidang Ekonomi dan Keuangan) DPRD Kota Makassar, William Lurin, memprediksi bakal terjadi keterpurukan di sana. Akan tetapi, ia memprediksi bakal berlangsung singkat, kurun waktunya hanya akan berkisar satu pekan saja.

”Dampak itu pasti, tapi tidak lama. Paling hanya kebutuhan olah TKP saja, sekitar seminggu lah. Setelah itu pasti nirmal lagi,” jelas William.

BACA JUGA
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.064,5
EUR
16.313,5
JPY
123,0
KRW
11,9
MYR
3.382,5
SGD
10.430,7