31 C
Makassar
Minggu, September 25, 2022
BerandaDaerahNelayan di Bone Gelar Balapan Perahu Ketinting

Nelayan di Bone Gelar Balapan Perahu Ketinting

PenulisYusnadi
- Advertisement -

BONE,SULSELEKSPRES.COM– Pemerintah Desa Uloe, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, menggelar pesta rakyat bertajuk Speed Boat Championship Race 3 atau balapan perahu ketinting, Rabu (21/9/2022).

Lomba balapan perahu tersebut setiap tahunnya diadakan di sepanjang Sungai Walanae, Desa Uloe. Namun, sempat tertunda karena covid-19.

Ajang lomba bergengsi sudah menjadi kebanggaan dari masyarakat Bone sendiri. Mungkin, bagi orang di luar daerah Sulawesi, asing dengan nama perlombaan ini, siapa sangka jika tradisi ini ternyata merupakan acara tahunan yang digelar setelah habis panen.

Informasi dihimpun sulselekspres.com, lomba balapan perahu ketinting dilaksanakan selama empat hari, mulai tanggal 21 hingga 24 September. Sekitar, kurang lebih 100 peserta dari pembalap lokal Desa Uloe dan juga dari luar Kabupaten Bone seperti Kabupaten Wajo dan Palopo bahkan juga ada dari Pulau Kalimantan.

Kepala Desa Uloe, Abdul Rahman Hafid mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan ini selalu dinantikan oleh masyarakat, sehingga kami bekerjasama dengan kelompok pemuda desa berinisiatif kembali menggelar lomba perahu ketinting.

“Kegiatan ini adalah agenda tahunan dan memang sangat dinantikan oleh masyarakat yang diadakan di pinggiran sungai,”ujarnya.

Lebih lanjut, dia juga menjelaskan bahwa kegiatan balapan perahu ketinting diselenggarakan secara mandiri oleh Kelompok Pemuda Uloe Bangkok Community.

“Sumber anggarannya murni dari swadaya masyarakat. Dan ada juga sumbangan dari anggota DPRD dan pengusaha. Untuk dana yang bersumber dari APBN dan APBD tidak ada yang digunakan disini,” jelasnya.

Dikatakan, Abdul Rahman, membeberkan untuk total hadiah yang diperebutkan yakni Rp 40 juta terdiri dari 1 unit motor untuk juara 1 dan mesin yang harganya sekitar 8 juta serta hadiah hiburan lainnya.

“Hadiahnya 1 unit motor bagi yang juara 1 dan mesin katinting yang harganya 8 juta. Jadi total hadiah Rp 40 juta,” bebernya.

Menurut, Kades Uloe melanjutkan layaknya perlombaan lainnya, ajang balapan perahu ketinting ini juga mempunyai berbagai aturan.

“Seperti para peserta wajib menggunakan bentuk perahu dan spesifikasi mesin yang sama, yakni mesin ketinting standar berkapasitas 24 PK, dan ukuran perahu sepanjang 5 meter,” lanjutnya.

Abdul Rahman Hafid menambahkan, bahwasanya kegiatan ini akan kembali digelar di Makassar atas permintaan Gubernur Sulsel dalam rangka menyambut hari ulang tahun Sulsel dengan menghadirkan kembali peserta lokal dari Desa Uloe.

“Beberapa hari yang lalu saya dikomunikasikan oleh Bapak Gubernur. dikatakan Pak Gubernur, pak desa kalau kegiatanmu yang ada di Bone, bagaimana kalau dipindahkan ke Makassar saja dalam rangka menyambut hari ulang tahun Sulsel dan semua peserta siap hadir,” tambahnya.

spot_img

Headline