24 C
Makassar
Senin, Juni 27, 2022
BerandaDaerahNenek Hanyut di Sungai, Tim SAR Gabungan Temukan Mayat Korban

Nenek Hanyut di Sungai, Tim SAR Gabungan Temukan Mayat Korban

PenulisYusnadi
- Advertisement -

BONE, SULSELEKSPRES.COM – Seorang warga lanjut usia Suhera (80) dikabarkan hilang sejak meninggalkan rumah pada Minggu, (24/10/2021), akhirnya ditemukan tewas.

Kepala SAR Bone Mukti Ali membenarkan penemuan sang nenek dengan kondisi meninggal. Ia mengatakan Tim SAR Gabungan menemukan korban Kamis pagi tadi sekitar pukul 08.30 wita.

“Ya tim menemukan dalam posisi mengapung di sungai, serta beberapa luka goresan dibagian tubuh korban. Korban telah meninggal dunia. Korban ditemukan sekitar pukul 08:30 Wita dengan kondisi sudah meninggal,” kata Koordinator Pos SAR Bone Mukti Ali kepada sulselekspres.com, Kamis (28/10/2021).

Dijelaskan, Mukti Ali, jasad korban merupakan warga Dusun Soga, Desa Kanco, Kecamatan Cina tersebut ditemukan Tim SAR gabungan setelah dua hari dilakukan pencarian sejak diterimanya laporan oleh keluarga korban.

Korban ditemukan dengan kondisi yang cukup memprihatinkan, dimana terlihat tubuhnya membengkak dan tidak utuh lagi, mengapung di permukaan sungai berjarak sekitar dua kilo meter dari rumahnya.

“Dugaan sementara korban terjatuh dan hanyut, dikaitkan dengan keterangan pihak keluarga, nenek bernama Suhera itu terakhir meninggalkan rumah untuk pergi ke kebun,” jelasnya.

Tidak hanya Basarnas, warga dan sejumlah relawan dan masyarakat dibantu personil Brimob, BPBD dan Satpol PP turut andil dalam pencarian tersebut.

Kini, jasad korban telah dibawa ke rumah duka, sementara pihak keluarga tengah mempersiapkan pemakaman dan tidak dilakukan otopsi atas permintaan keluarga.

Diberitakan, sebelumnya, Hilang di Hutan Saat Mecari Kayu Bakar, SAR Brimob Bone Diterjunkan Cari Nenek Suhera.

Sejak meninggalkan rumah pada Minggu siang, 24 Oktober 2021 yang lalu, seorang nenek bernama Suhera (80) warga Dusun Soga Desa Kanco Kecamatan Cina Kabupaten Bone masih belum diketahui keberadaannya hingga saat ini sejak, Rabu, (27/10/2021).

Menurut keterangan keluarga, nenek yang sudah pikun tersebut dikabarkan keluar rumah untuk mencari kayu bakar dan bahan pembuat sapu, di sekitar kebun yabg tidak jauh dari rumahnya.

Warga sekitar yang sempat mencari keberadaan nenek tua tersebut selama 2 hari setelah korban dikabarkan hilang juga tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Khawatir dengan kondisi korban yang juga belum ditemukan, pada tanggal 26 Oktober 2021 Selasa kemarin pihak korban menghubungi pos Basarnas Bone yang kemudian berkordinasi dengan tim SAR Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel untuk membantu melakukan proses pencarian dan penyelamatan.

Setelah mengambil keterangan dari pihak keluarga dan warga setempat, sejak kemarin sore tim SAR gabungan langsung berupaya mencari keberadaan korban dengan menyisir area hutan dengan luas pencarian hingga radius 3 Km dari lokasi kebun milik korban.

Terkait kejadian ini Koordinator Basarnas Bone Mukti Ali belum bisa memberikan kondisi pasti dari korban yang telah berusia renta tersebut.

“Untuk saat ini kami belum bisa memastikan kondisi dari ibu Suhera karena kita belum menemukan tanda-tanda apapun perihal keberadaannya. Namun demikian operasi pencarian ini akan terus kami lakukan hingga 7 hari kedepan sesuai dengan SOP pencarian dan penyelamatan,” terang Mukti Ali.

Sementara itu saat dikonfirmasi via telepon Komandan Batalyon ( Danyon ) C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan,S.Sos. mengatakan bahwa anggotanya akan terus mendukung tim Basarnas untuk mempercepat proses pencarian korban.

spot_img
spot_img

Headline