
Ambulans itu terbilang canggih dan bisa disebut rumah sakit berjalan lantaran fasilitasnya yang lengkap. Mulai dari alat pacu jantung, infus, oksigen, kelengkapan obat-obatan, hingga bisa melakukan operasi dan pelayanan persalinan bagi ibu melahirkan.
“Dengan layanan ini kami mampu menekan angka kematian ibu nol persen di Kabupaten Bantaeng,” ucapnya.
BACA: Nurdin Halid: Kesatria Perantau Bugis Pulang Kampung
Tak hanya bidang kesehatan, kemampuannya dalam agrikultur betul-betul dimanfaatkan dalam peningkatan perekonomian daerah, terutama dalam hal ketahanan pangan. Bantaeng bisa surplus 21 persen di bidang pangan.
”7 tahun memacu pertumbuhan ekonomi 4,7 persen data BPS, mengalami pertumbuhan 9,2 persen. Dan sekarang Bantaeng jadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Selatan,” tuturnya.
Capaian yang diperoleh Kabupaten Bantaeng itu bahkan sempat terdengar negeri Paman Sam. Konsul Jenderal Amerika Serikat Joaquin Monserrate terbang ke Bantaeng pada akhir 2014 lalu untuk melihat langsung pertumbuhan ekonomi dan layanan kesehatan ala Nurdin.
”Dan Bantaeng saat ini menjadi laboratorium pilihan bagi 104 kabupaten kota untuk studi banding tahun 2014,” ujar pria dengan nama lengkap Prof. Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr tersebut.



