24 C
Makassar
Rabu, Februari 8, 2023
BerandaPolitikParpol Non Parlemen di Sulsel Kesulitan Lolos Verifikasi Faktual

Parpol Non Parlemen di Sulsel Kesulitan Lolos Verifikasi Faktual

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Parpol non parlemen di Sulsel kesulitan lolos verifikasi faktual (verfak). Mayoritas dari mereka tak mampu memenuhi persyaratan yang dipersyaratkan KPU.

Sebanyak 9 non parlemen yang mengikuti verfak di Sulsel. Diantaranya ialah Hanura, PBB, PSI, Perindo, Partai Garuda, Partai Ummat, PKN, Partai Buruh dan Gelora.

Kesemua parpol non parlemen tersebut juga tak melengkapi kepengurusannya di 24 kabupaten/kota. Memang persyaratan parpol di daerah minimal 75 persen saja.

Seperti di Pangkep, cuma ada 5 parpol non parlemen yang mengikuti verfak perbaikan. Diantaranya ialah Garuda, PKN, Prima, PSI dan PBB. Namun tak semuanya dinyatakan lolos.

“Ada dua partai yang kembali MS (memenuhi syarat), dan tiga partai yang TMS (tidak memenuhi syarat),” kata Komisioner KPU Pangkep, Aminah belum lama ini.

Aminah enggan menyebutkan secara rinci parpol yang MS dan TMS. Menurutnya informasi itu ialah kewenangan KPU RI untuk menyampaikan ke publik.

“Kalau yang mengumumkan KPU pusat. Karena masih ada rekapitulasi berjenjang hingga KPU pusat,” ujar Koordinator Divisi Teknis KPU Pangkep ini.

Dia menuturkan, KPU Pangkep sudah berupaya mencari alamat kader Parpol tersebut selama dua pekan masa perbaikan. Namun hari terakhir Rabu malam pukul 23.59, Parpol tak bisa menghadirkan kader mereka.

“Setelah kami turun di lapangan, namun tidak ditemui (kader parpol) kami menyurati. Dan meminta untuk mengumpulkan di kantor partai kabupaten atau kecamatan,” bebernya.

Lanjut Aminah, pihaknya juga sudah mengambil opsi ketiga yakni melakukan video call. Namun sampai batas waktu yang ditentukan, mereka kesulitan menghadirkan kadernya.

“Kalau tidak bisa video call karena terkendala jaringan. rekaman Video pun bisa dilakukan dan dikirimkan ke kami. Tapi sampai semalam Parpol tersebut tidak bisa melakukannya,” jelasnya.

“Bahkan ada yang menyatakan terus terang mereka tidak bisa lakukan. Namun ada juga partai politik yang berupaya semaksimal mungkin,” sambungnya.

Di Kabupaten Gowa, KPU juga masih menemukan parpon non parlemen yang tidak lolos verfak. Padahal tahapannya sudah memasuki masa perbaikan sampai 7 Desember 2022.

“Ada 7 parpol yang mengikuti vervak perbaikan. Ada tiga yang tidak bersyarat (TMS) dan empat bersyarat,” ungkap Komisioner KPU Gowa, Muhammad Basir.

Basir menyebutkan, tiga parpol yang TMS itu tak mampu melengkapi persyaratan keanggotaan parpol. Padahal itu merupakan salah satu poin, selain pengadaan sekretariat.

“Mereka tidak mencapai 769 anggota (kader). Di Gowa, itu adalah syarat minimal dalam verfak,” jelas Basir.

 

spot_img

Headline

Populer