30 C
Makassar
Rabu, Agustus 10, 2022
BerandaPolitikPeluang Musdalub Golkar Sulsel Terbuka Lebar Usai Taufan Pawe Dipolisikan

Peluang Musdalub Golkar Sulsel Terbuka Lebar Usai Taufan Pawe Dipolisikan

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Perseteruan dua kubu di DPD I Partai Golkar Sulsel yang belakangan ini terjadi disebut akan menjatuhkan Taufan Pawe (TP) sebagai Ketua Golkar.

Untuk diketahui, Taufan Pawe berseteru dengan Nurdin Halid dan Kadir Halid. Bahkan Walikota Parepare tersebut sudah dilaporkan ke Polda Sulsel dugaan pencemaran nama baik.

Pengamat politik Universitas Hasanuddin Andi Ali Armunanto, mengatakan sangat disayangkan sikap Taufan Pawe merespon mosi tidak percaya pengurus Golkar Sulsel yang menurutnya terlalu berlebihan, dan akhirnya direspon Nurdin bersama Kadir dengan melaporkan ke kepolisian.

“Itu (laporan ke polisi) akan memuluskan jalan Musdalub yang diinginkan Nurdin Halid. Karena bila Taufan Pawe tersangka atau terpidana maka itu akan menyebabkan dia cacat organisasi, dan dengan mudah TP disingkirkan. Kalau sudah menyandang status tersangka, maka kemungkinan besar akan dinonaktifkan dan saat itulah gerakan Musdalub akan dilaksanakan,” urai Ali, Selasa (26/7/2022).

Menurut Ali, proses gerakan Musdalub ini akan berjalan cepat atas reaksi TP yang memicu dirinya dilaporkan ke kepolisian. Karena, NH kata Ali akan tetap mendorong Musdalub bisa dilakukan secepatnya.

“Saya rasa kalau proses Musdalub ini bisa dipercepat, justru kerja-kerja untuk Pemilu 2024 tidak akan terganggu, artinya masih banyak waktu bagi Golkar untuk dilakukan konsolidasi internal,” katanya.

Dosen Unhas itu, menyarankan agar perseteruan dua kubu ini tak boleh dibiarkan berlarut-larut, apalagi hingga akhir tahun ini, sebab hal itu akan membuang waktu untuk mempersiapkan kontestasi Pemilu 2024.

“Taufan Pawe juga memimpin Golkar tidak ada gunanya, karena terus digoyang, konsolidasi tidak berjalan, ya memang kalau mau diganti (TP), harus ganti sekarang, dan penggantinya harus mampu mengkonsolidasikan internal Golkar,” ungkap Ali.

Meski begitu, Ali mengatakan posisi TP lumayan kuat, hanya saja posisi tersebut bisa melemahkan dia terhadap gerakan Ketua Pemenangan Pilpres Airlangga, Ilham Arief Sirajuddin alias IAS yang rajin bergerak ke daerah.

“Pergerkan IAS konsolidasi ke daerah-daerah itu lambat laun mengegrogoti TP, dan yang digarap memang yang tidak mendukung TP. Gerakan IAS ini mempersempit ruang gerak TP, sehingga diujungnya Musdalub itu akan digaungkan kembali, cepat atau lambat gerakan Musdalub akan menjatuhkan TP,” jelas Ali.

Ali juga mendapat kabar bahwa DPP Golkar mulai ragu terhadap kemampuan TP untuk mengkonsolidasikan kader Golkar, ditengah isu Musdalub dan perseteruan dengan Nurdin.

“Apalagi saya dengar kabar DPP mulai sangsi (ragu) dengan janji-janji TP, karna TP tidak mampu mengkonsolidasikan Golkar. Bahkan, konon kabarnya, TP tidak mampu membiayai lagi operasional Partai Golkar, jadi kemungkinan besar akan dilengserkan,” demikian Ali.

Sebelumnya, TP merespon anggapan sejumlah pihak yang meragukan dirinya memimpin Golkar Sulsel. Dia menyebut, banyak yang tidak yakin dengan kemampuannya mengelola partai sebesar Partai Golkar.

“Walaupun saya junior di Golkar, ada yang mengatakan dirinya senior di Golkar, tapi menurut saya, hasil (kerja) yang dilihat. Saya tidak mengatakan diri saya hebat di Golkar. Saya orang biasa-biasa di Golkar. Saya ditakdirkan sebagai kepala daerah (jadi Ketua Golkar Sulsel), tentu nilaiku beda dengan kader yang belum pernah jadi kepala daerah,” ungkap Taufan.

spot_img

Headline