29 C
Makassar
Rabu, Juli 6, 2022
BerandaDaerahPemindahan WNA Peserta Ijtima ke Hotel Dikawal Polisi Dengan 10 Bus

Pemindahan WNA Peserta Ijtima ke Hotel Dikawal Polisi Dengan 10 Bus

- Advertisement -

SUNGGUMINASA, SULSELEKSPRES.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan telah memindahkan seluruh Warga Negara Asing (WNA) peserta Ijtima Zona Asia 2020 di Dusun Pakkatto’, Desa Nirannuang, Kecamatan Bontomarannu.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, ratusan WNA dari berbagai negara tersebut dipindahkan ke Hotel Grand Sayang Makassar milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Pemindahannya dikawal langsung oleh kepolisian dengan menggunakan 10 bus.

“Alhamdulillah untuk warga negara asing semuanya kita telah pindahkan di hotel, Kamis malam kemarin. Pemindahannya di sana untuk karantina,” katanya Jumat (20/3/2020)

Selain WNA, Pemkab Gowa bersama Pemprov Sulsel juga memindahkan Warga Negara Indonesia (WNI) dari lokasi pelaksanaan Ijtima Zona Asia menuju Asrama Haji Sudiang.

“Kalau yang di dalam Sulsel itu kita telah berkoordinasi bersama bapak gubernur agar bupati dan walikota bisa menjemput warganya masing-masing saat berada di asrama haji,” jelasnya.

Ia pun berharap agar seluruh kepala daerah untuk melakukan karantina setelah melakukan penjemputan terhadap warganya selama 14 hari. Hal ini kata Adnan untuk memastikan warga tersebut betul-betul terbebas dari virus corona.

“Sekarang sudah berangsur berkurang. Telah disiapkan alat transportasi, baik truk maupun bus, mulai sore kemarin hingga malam kita lakukan pemindahan. Sekarang Pak Kapolres dan Pak Dandim masih berjaga di lokasi sampai tidak ada lagi jamaah di sana,” lanjutnya.

Bupati Adnan menambahkan, Pemkab Gowa akan terus melakukan upaya pencegahan penularan virus corona. Ia menyebutkan pemerintah akan kembali melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi penyelenggaraan.

“Hari ini kita telah melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi tersebut termasuk masjid-masjid dan rumah-rumah yang ditempati para jamaah saat tiba. Ini tiada lain untuk melakukan antisipasi saja supaya kecemasan masyarakat Kabupaten Gowa, kecemasan dari seluruh masyarakat di Sulsel tidak terjadi,” tegas Adnan.

spot_img
spot_img

Headline