PAREPARE, SULSELEKSPRES.COM – Pemerintah Kota Parepare mampu menekan laju inflasi menjadi 0,71 persen selama Ramadaan, April bulan lalu.
Harga bahan pokok yang cenderung stabil usai Ramadan dan lebaran. Hal itu lantaran upaya yang dilakukan Pemkot Parepare di bawah kepemimpinan Taufan Pawe, Wali Kota Parepare.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Parepare, Prasetyo Catur Krsitianto membeberkan upaya yang dilakukan Pemkot Parepare selama ini dalam menekan harga bahan pokok saat gejolak pasar cukup tinggi selama Ramadan lalu hingga lebaran Idul Fitri 1443 H.
Prasetyo memaparkan, pihaknya mengantisipasi dengan cara mengumpulkan seluruh distributor yang ada di Kota Parepare, dan melakukan pendataan, meminta jaminan ketersediaan barang-barang dan kebutuhan-kebutuhan pokok masyarakat yang ada di Parepare kepada para distributor.
“Kami tidak henti-hentinya turun ke pasar. Apalagi menjelang lebaran kemarin, kami berkolaborasi bersama Dinas Ketahanan Pangan, Dinas PKP dan Bagian Ekonomi dengan cara trun ke pasar melihat kondisi barang-barang pokok yang ada di pasar. Juga kami memantau harga-harga yang ada di pasar,” katanya, Jumat (13/05/2022).
Mantan Kabid Pendaparan Dispenda Parepare ini menjelaskan, selain itu, upaya lain yang dilakukan yaitu dengan menggelar operasi pasar dibeberapa tempat, untuk menekan harga yang cukup signifikan dengan menggandeng beberapa distributor.
“Kami melihat kemarin komuditas ayam yang cukup naik signifikan harganya, kami melakukan cepat operasi pasar di beberapa tempat. Kami menggandeng distributor dengan harga yang murah. Itulah upaya-upaya kami untuk meredam inflasi yang ada di Kota Parepare bulan April atau selama Ramadan,” terangnya.
Semua itu, lanjut Prasetyo, sesuai petunjuk Wali Kota Parepare, Taufan Pawe untuk menekan laju inflasi dengan kerja kolaborasi.
Untuk terus menekan laju inflasi di Kota Parepare lanjut dia, pihaknya terus bersama dengan beberapa SKPD mengumpulkan kembali para distributor untuk menjamin ketersediaan barang, seperti minyak goreng curah.