25 C
Makassar
Minggu, April 11, 2021
BerandaEdukasiPendidikan Kebangsaan Bisa Berangus Paham Terorisme

Pendidikan Kebangsaan Bisa Berangus Paham Terorisme

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Maraknya aksi terorisme yang muncul belakangan ini membuat masyarakat merasa was-was. Hal ini sontak membuat pengampu kebijakan mulai berpikir keras mengantisipasi hal tersebut, tidak terkecuali dunia pendidikan.

Atas dua tragedi aksi terorisme beberapa hari belakangan ini, bom bunuh diri di gerbang Gereja Katedral Makassar dan teror di Mabes Polri, dinilai akibat dari masifnya doktrin terselubung yang mulai merebak ke masyarakat luas.

Dengan begitu, edukasi-edukasi anti terorisme dinilai perlu ditanamkan melalui berbagai aspek, baik sosial, keagamaan, sampai dengan dunia pendidikan.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah IX Sulawesi dan Gorontalo, Prof. Dr. Jasruddin, mengaku telah banyak melakukan koordinasi dengan pihak tertentu, seperti kepolisian, TNI, sampai dengan tokoh agama.

“Sudah menjadi kewajiban kita memang, harus ada upaya dari seluruh Kementrian termasuk Kemendikbud, bagaimana nasionalisme kita itu dikuatkan. Makanya Kepolisian-TNI terus melakukan penguatan kebangsaan. Oleh sebab itu, perguruan tinggi harus menyambut baik,” ujarnya.

“Sebab itu, tugas kita hari ini untuk semua elemen bangsa yang peduli agar jangan sampai ada anak bangsa yang salah paham tentang agamanya. Sehingga dia melakukan apa yang menurutnya benar, padahal menurut agama salah,” lanjutnya.

Prof Jasruddin juga mengatakan, Perguruan Tinggi memiliki peranan yang sangat penting untuk memberangus paham-paham terorisme yang saat ink sedang mencuat.

“Menjadi sangat penting karena Perguruan Tinggi mengajar orang dewasa, jadi apa yang belum dimiliki anak itu mustinya tanggung jawab perguruan tinggi, sebahai tempat pendidikan orang dewasa. Jadi sangat strategis. Yang melakukan ini kan banyak orang dewasa, inilah tugas kita.”

“Saya kira Pemerintah menjaidi sangat lebih konsen lagi dan kami di LLFIKTI Wilayah IX sejak dulu sudah memprogramkan mengembalikan rasa kebangsaan yang lebih kuat lagi, khususnya revolusi 4.0 yang kita yakini memang ada sedikit pengikisan rasa kebangsaan,” lanjutnya.

Dengan begitu, Jasruddin memberikan instruksi secara langsung kepada perguruan tinggi, agar lebih konsen lagi dalam mengontrol mahasiswa, agar tethindar dari paham-paham menyesatkan.

“Kepada seluruh Penguruan Tinggi agar lebih konsen lagi dalam mengontrol anak-anak, kita jangan sampai mahasiswa kita justru menjadi bagian dari teror itu. Kita berusaha keras agar tidak ada mahasiswa yang masuk dalam jaring teroris. Karena sangat mencoreng nama Perguruan Tinggi sebagai pusat akademik,” tutupnya.

Penulis : Widyawan Setiadi

- Advertisment -

Headline