24 C
Makassar
Senin, November 29, 2021
BerandaTopikPenumpang Pesawat Tak Terima Bagian Kewanitaan Diperiksa, Ajukan Tuntutan

Penumpang Pesawat Tak Terima Bagian Kewanitaan Diperiksa, Ajukan Tuntutan

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – 13 penumpang wanita disebut organ kewanitanya diperiksa saat ingin melakukan perjalanan udara dari Doha menuju ke Sydney, pada 2 Oktober 2020 lalu.

7 orang diantaranya kemudian mengajukan tuntutan kepada pemerintah Qatardan pihak maskapai Qatar Airways. Mereka tidak terima harus menjalani pemeriksaan tubuh secara menyeluruh, lantaran dianggapnya terlalu berlebihan.

“Tuntutan hukum tersebut bertujuan untuk memberikan pesan kepada otoritas Qatar bahwa kalian tidak bisa memperlakukan wanita seperti itu,” ungkap Damian Sturzaker, pengacara yang mewakili para korban, seperti dikutip dari Detikcom yang melansir dari AP, Minggu (21/11/2021).

Dia mengaku kuatir kejadian serupa akan terulang dikemudian hari.

BACA JUGA :  Gugatan Saudi Airlines Ditolak, Agen Abu Tours: Doa Kami Terkabul

“Traveler yang pergi ke Qatar harus sadar bahwa, meski negara itu sangat berkembang, pesawat dan airportnya sangat modern, tapi kejadian ini bisa terjadi dan tidak ada yang mencegah hal ini akan terjadi lagi,” katanya.

Salah seorang korban mengatakan, sebelum terbang mereka dipaksa untuk turun dari pesawat. Kemudian mereka diminta untuk menanggalkan baju sampai telanjang bulat, lalu diperiksa organ intimnya untuk mencari tahu apakah dalam waktu dekat mereka pernah melahirkan atau tidak.

Adapun pihak Otoritas Qatar beralasan, pemeriksaan ginekologis terhadap penumpang wanita dalam penerbangan tersebut dilakukan karena dipicu oleh kasus sebelumnya, yaitu penemuan bayi baru lahir yang dibuang oleh ibunya di tempat sampah.

Otoritas Qatar juga sudah meminta maaf terkait insiden yang tidak patut di tahun 2020 tersebut. Mereka menyatakan, semua orang yang bertanggung jawab atas perbuatan tersebut akan dikenai sanksi.

Di Qatar sendiri wanita yang berhubungan seks sebelum nikah dan punya anak di luar pernikahan dianggap sebagai sebuah tindakan yang ilegal.

(*)

BACA JUGA
spot_img
spot_img
spot_img

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.284,0
EUR
16.394,6
JPY
125,3
KRW
12,1
MYR
3.430,4
SGD
10.543,3