24 C
Makassar
Minggu, Mei 22, 2022
BerandaEdukasiPerdik Minta Disdik Sulsel Terlibat Penanganan Kasus Pemerkosaan Siswa Difabel Wajo

Perdik Minta Disdik Sulsel Terlibat Penanganan Kasus Pemerkosaan Siswa Difabel Wajo

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Kasus pelecehan seksual terhadap siswa difabel Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Wajo, pada Minggu (13/1/2019) dini hari, menambah deretan kasus kekerasan terhadap penyandang difabel selama ini.

Siswa perempuan tersebut, diduga telah mengalami pemerkosaan oleh seorang pria bernama Ardi (32), warga jalan Lembu, kecamatan Tempe, Wajo, di Asrama Putri (Aspuri) milik sekolah yang ditempati korban.

BACA: Seorang Anak Difabel di Wajo, Diperkosa Hingga Dirampok

Karena lokasi kejadian masih berada di lingkup sekolah, Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PERDIK) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyarankan agar pihak pemerintah terkait segera melakukan investigasi untuk itu.

“Dinas Pendidikan Provinsi (Sulsel) harus turunkan timnya ke daerah tersebut, untuk meng-crosscheck sejauh mana sih sebenarnya sampai terjadi tindak pemerkosaan dan pencurian,” kata Ketua Perdik Sulsel, Abdul Rahman kepada Sulselekspres.com, Senin (14/1/2019).

Sementara, mengenai perlindungan atau keamanan bagi siswa SLB, menurutnya merupakan tanggung jawab dari pihak asrama.

BACA: Cerita Dibalik Aksi Bejat 3 Pelaku Pemerkosa Gadis 14 Tahun di Makassar

Seharusnya, kata Abdul, pihak asrama tidak lengah dalam jaminan pengamanan di Asrama tersebut.

“Karena ini bukan hanya bisa terjadi terhadap siswa difabel, bisa juga siswa-siswa secara umumnya melakukan kejadian yang sama,” sebut Abdul.

Ia menyayangkan, pihak SLB yang kurang melaksanakan funsi kontrol kepada Siswa maupun siswi yang bermukim di asrama tersebut.

“Saya rasa dengan kejadian ini bisa dijadikan pembelajaran bagi pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Provinsi (Sulsel),” ujarnya.

BACA: Kasus Pemerkosaan Penyandang Disabilitas, Polisi: Ada Indikasi Perdagangan Orang

Walau demikian, pihak Abdul berharap kasus ini tak hanya dijadikan sebagai pembelajaran. Ia meminta, kepada pihak kepolisian untuk menggunakan Undang-undang nomor 8/2016 tentang penyandang disabilitas.

BACA JUGA :  None Dikritik Soal Penerimaan Siswa Baru

“Jangan sampai tidak ada alat saksi atau bagaimana,” ujar Abdul, “dan saya harapkan kepada pihak kepolisian yang menangani kasus tersebut, itu bisa cepat “dimeja-hijaukan”.”

Sebelumnya, sulselekspres.com telah menerbitkan berita mengenai siswa difabel SLB Wajo yang mengalami tindakan pelecehan seksual dan perampokan.

Di berita tersebut, Kapolres Wajo, AKBP Asep Marsel, menerangkan bahwa pelaku, juga menggondol sebuah gawai milik korban, setelah berbuat cabul terhadap siswa tersebut.

“Pelaku (diduga) masuk ke dalam kamar korban dengan cara memecah kaca jendela belakang kemudian saat masuk, pelaku diduga memperkosa korban dan mengambil HP korban,” ujar Asep, Senin (14/1/2019).

Penulis: Agus Mawan
spot_img
spot_img

Headline

IDR - Rupiah indonesia
USD
14.498,6
EUR
15.293,3
JPY
111,0
KRW
11,4
MYR
3.317,5
SGD
10.465,3