29.8 C
Makassar
Sabtu, Mei 21, 2022
BerandaHealthPesan WHO untuk Indonesia soal Covid-19

Pesan WHO untuk Indonesia soal Covid-19

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Kasus harian Covid-19 di Indonesia masih tinggi. Secara nasional, Senin (28/6/2021) kemarin, ada 20.694 kasus baru.

Saat ini, tercatat sudah ada 2,13 juta orang yang terpapar Covid-19 di seluruh Indonesia. Kasus aktif juga terus meningkat, ada tambahan 10.791 kasus aktif yang secara total menjadi 218.476.

Secara nasional, kasus meninggal bertambah 423 menjadi 57.561. Sementara itu untuk kesembuhan bertambah 9.480 menjadi 1,85 juta.
Kenaikan kasus ini juga dilihat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Bahkan sejak pekan lalu, lembaga PBB itu memberi pesan khusus.

BACA JUGA :  Brimob Bersama KBPPP Polres Bone Cegah Penyebaran Covid 19

Pada laporannya di cdn-auth-cms.who.int, WHO meminta Indonesia belajar dari India untuk menurunkan gelobang pandemi. Salah satunya dengan sistem PSHM (public health social measure).

Di India, PHSM ini berlangsung dengan lockdown yang cukup ketat di beberapa titik. Salah satunya di kota-kota hotspot corona New Delhi dan Mumbai.

“Menggunakan PHSM, India dapat dengan cepat mengontrol penularan dari kasus insiden, dari lebih 290 per minggu per 100.000 penduduk pada awal Mei hingga kurang dari 30 pada 21 Juni. PHSM harus dilaksanakan dengan intensitas yang lebih besar untuk mengatasi varian delta,” lapor badan PBB itu, dikutip dari CNBC Indonesia Selasa (29/6/2021).

BACA JUGA :  Makassar Genjot Target Zona Kuning

Selain itu, India menaikkan kapasitas jumlah testing perharinya untuk mendeteksi virus sedini mungkin. Dalam program PHSM, India bahkan mencapai 2,5 juta testing perharinya.

Secara spesifik, WHO menyebut keadaan Covid-19 Indonesia cukup mengkhawatirkan. Karenanya perlu tindakan segera untuk mengatasi situasi ini di banyak provinsi.

“Indonesia memerlukan penerapan kesehatan masyarakat yang lebih ketat dan langkah-langkah sosial termasuk pembatasan sosial berskala besar (PSBB),” kata lembaga itu.

Permintaan WHO ini bukan tanpa alasan. Organisasi yang berbasis di Swiss itu menyebut ada beberapa hal yang membuat Indonesia perlu melaksanakan PSBB ketat secepatnya.

“Satgas melaporkan, tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di beberapa provinsi di Jawa sudah mencapai lebih dari 50%, antara lain di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Jawa Tengah,” tulis WHO.

Selain itu, badan yang berbasis di Swiss itu juga menyebut bahwa kenaikan infeksi yang signifikan juga terjadi di beberapa provinsi dari April hingga pertengahan Juni.

“Provinsi yang mengalami peningkatan jumlah kasus mingguan lebih dari 50% dibandingkan minggu sebelumnya adalah Papua (967%), Sulawesi Tenggara (205%), DKI Jakarta (123%), Sulawesi Selatan (82%), Maluku (81%), Maluku Utara (81%), Jawa Tengah (73%), Gorontalo (62 %), Banten (61%), DI Yogyakarta (61%), Jambi (58%), dan Jawa Timur (52%).”

spot_img
spot_img

Headline

IDR - Rupiah indonesia
USD
14.498,6
EUR
15.293,3
JPY
111,0
KRW
11,4
MYR
3.317,5
SGD
10.465,3