23 C
Makassar
Tuesday, July 16, 2024
HomeDaerahPj Bupati Bone Buka Pengolahan Abon Ikan dan Pelatihan Menjahit

Pj Bupati Bone Buka Pengolahan Abon Ikan dan Pelatihan Menjahit

PenulisYusnadi
- Advertisement -

BONE, SULSELEKSPRES.COM – Pj. Bupati Bone HA. Islamuddin, dengan didampingi Ketua Dekranasda Hj. Kurniati A. Islamuddin hadir membuka Pengolahan Hasil Perikanan (Abon Ikan) dan Pelatihan Menjahit sekaligus dirangkaikan dengan penyerahan Bantuan Mesin Peralatan IKM Binaan Dinas Perindustrian Kabupaten Bone.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Makassau, Jl MT Haryono, Selasa, (25/06/2024)

Dalam kesempatan tersebut turut hadir yakni para Asisten Setda Bone, Kepala Dinas Perindustrian Bone Hj.A. Nurmalia, Plt. Kepala Dinas Perikanan A.Sukiman, Kabag Ekonomi Setda Bone dan Kabag Protokol Setda Bone.

Penjabat Bupati Bone, Andi Islamuddin mengada2 optimisme terkait perkembangan IKM di wilayah Kabupaten Bone.

“Usaha industri kecil dan menengah di Kabupaten Bone semakin hari semakin bertumbuh. Berkat inovasi dan kerja keras dari Dinas Perindustrian, pelaku IKM terus berkembang,” katanya.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan perkembangan ini tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah, terutama melalui bantuan peralatan usaha yang disalurkan oleh Dinas Perindustrian.

Dimana, bantuan tersebut mencakup berbagai peralatan penting seperti mesin kompresor dan mesin jahit, yang sangat dibutuhkan oleh pelaku IKM untuk meningkatkan produktivitas mereka

“Dengan dukungan ini, perekonomian Kabupaten Bone menunjukkan tanda-tanda perbaikan yang signifikan. Pertumbuhan IKM tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga diharapkan dapat mengatasi permasalahan sosial seperti kemiskinan dan kesenjangan ekonomi. Jika ini terjadi, Bone akan mengantar Indonesia Emas di tahun 2045. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat,” jelas mantan Kepala BKPSDM Bone ini.

Dikatakan Andi Islamuddin, saat ini, jumlah pelaku IKM di Kabupaten Bone telah mencapai 3 ribu. Ia menegaskan, jika sektor ini terus berkembang dan mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja, maka angka pengangguran di Kabupaten Bone dapat ditekan secara signifikan.

“Bayangkan jika ini dapat menyerap tenaga kerja, maka bisa mengatasi angka pengangguran di Kabupaten Bone,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.

Dinas Perindustrian Kabupaten Bone juga terus berinovasi untuk mendukung pelaku IKM. Selain bantuan peralatan, mereka memberikan pelatihan dan pendampingan teknis untuk memastikan setiap pelaku IKM mampu mengoptimalkan usaha mereka. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi Kabupaten Bone dan membawa kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat.

Dengan dukungan yang terus mengalir dan semangat inovasi yang tidak pernah padam, Kabupaten Bone siap menyongsong masa depan yang lebih cerah. Menjembatani harapan untuk Indonesia Emas 2045, Bone menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan dukungan yang tepat, impian untuk mencapai kesejahteraan ekonomi yang merata bukanlah hal yang mustahil.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Andi Nurmalia, menyampaikan bahwa kegiatan ini didasarkan pada DPA dari Dinas Perindustrian.

Lanjut, kata dia, dari lima kegiatan yang direncanakan, dua di antaranya telah dilaksanakan. Pelatihan kali ini diikuti oleh 30 peserta, yang terdiri dari wirausaha baru dan lama, termasuk unsur PKK. Dari jumlah tersebut, 15 peserta akan menerima bantuan.

“Pelatihan pengolahan ikan bandeng melibatkan dua desa dari Kecamatan Mare, sementara beberapa desa lain di Kabupaten Bone yang memiliki empang juga ikut serta,” lanjut Andi Nurmalia.

Ia juga menambahkan bahwa peserta dari unsur PKK diharapkan dapat memberikan informasi dan pembinaan terkait pengolahan hasil perikanan, khususnya pembuatan abon ikan, di desa-desa.

“Untuk memastikan kualitas pelatihan, Dinas Perindustrian menggandeng narasumber dari BLK Bone yang telah memiliki sertifikat lisensi sebagai narasumber. Selain itu, sejumlah peralatan juga disalurkan, termasuk 3 unit peralatan bengkel untuk warga Kecamatan Libureng dan 10 unit mesin jahit untuk Kecamatan Tellu Siattinge dan Ajangale. Tidak hanya itu, Dinas Perindustrian juga memperbanyak desain kemasan produk, mengingat banyaknya produk yang sudah ada namun kemasannya belum terlalu menarik.

Hj Andi Nurmalia juga menegaskan bahwa pemerintah Kabupaten Bone berkomitmen untuk membantu legalitas produk yang dihasilkan oleh para pelaku IKM. “Dalam waktu dekat, kami akan melakukan grebek industri untuk memastikan semua produk di Kabupaten Bone memperoleh legalitas halal,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pendampingan bagi produk-produk yang belum memiliki legalisasi halal. “Kami senantiasa mendukung pemerintah Kabupaten Bone dalam melegalitaskan produk serta meningkatkan jumlah wirausaha baru di Kabupaten Bone,” tambahnya.

Dengan pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat mengembangkan keterampilan mereka, meningkatkan kualitas produk, serta memperkuat ekonomi lokal melalui usaha yang lebih profesional dan berdaya saing.

- Advertisement -

BONE, SULSELEKSPRES.COM – Pj. Bupati Bone HA. Islamuddin, dengan didampingi Ketua Dekranasda Hj. Kurniati A. Islamuddin hadir membuka Pengolahan Hasil Perikanan (Abon Ikan) dan Pelatihan Menjahit sekaligus dirangkaikan dengan penyerahan Bantuan Mesin Peralatan IKM Binaan Dinas Perindustrian Kabupaten Bone.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Makassau, Jl MT Haryono, Selasa, (25/06/2024)

Dalam kesempatan tersebut turut hadir yakni para Asisten Setda Bone, Kepala Dinas Perindustrian Bone Hj.A. Nurmalia, Plt. Kepala Dinas Perikanan A.Sukiman, Kabag Ekonomi Setda Bone dan Kabag Protokol Setda Bone.

Penjabat Bupati Bone, Andi Islamuddin mengada2 optimisme terkait perkembangan IKM di wilayah Kabupaten Bone.

“Usaha industri kecil dan menengah di Kabupaten Bone semakin hari semakin bertumbuh. Berkat inovasi dan kerja keras dari Dinas Perindustrian, pelaku IKM terus berkembang,” katanya.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan perkembangan ini tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah, terutama melalui bantuan peralatan usaha yang disalurkan oleh Dinas Perindustrian.

Dimana, bantuan tersebut mencakup berbagai peralatan penting seperti mesin kompresor dan mesin jahit, yang sangat dibutuhkan oleh pelaku IKM untuk meningkatkan produktivitas mereka

“Dengan dukungan ini, perekonomian Kabupaten Bone menunjukkan tanda-tanda perbaikan yang signifikan. Pertumbuhan IKM tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga diharapkan dapat mengatasi permasalahan sosial seperti kemiskinan dan kesenjangan ekonomi. Jika ini terjadi, Bone akan mengantar Indonesia Emas di tahun 2045. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat,” jelas mantan Kepala BKPSDM Bone ini.

Dikatakan Andi Islamuddin, saat ini, jumlah pelaku IKM di Kabupaten Bone telah mencapai 3 ribu. Ia menegaskan, jika sektor ini terus berkembang dan mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja, maka angka pengangguran di Kabupaten Bone dapat ditekan secara signifikan.

“Bayangkan jika ini dapat menyerap tenaga kerja, maka bisa mengatasi angka pengangguran di Kabupaten Bone,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.

Dinas Perindustrian Kabupaten Bone juga terus berinovasi untuk mendukung pelaku IKM. Selain bantuan peralatan, mereka memberikan pelatihan dan pendampingan teknis untuk memastikan setiap pelaku IKM mampu mengoptimalkan usaha mereka. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi Kabupaten Bone dan membawa kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat.

Dengan dukungan yang terus mengalir dan semangat inovasi yang tidak pernah padam, Kabupaten Bone siap menyongsong masa depan yang lebih cerah. Menjembatani harapan untuk Indonesia Emas 2045, Bone menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan dukungan yang tepat, impian untuk mencapai kesejahteraan ekonomi yang merata bukanlah hal yang mustahil.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Andi Nurmalia, menyampaikan bahwa kegiatan ini didasarkan pada DPA dari Dinas Perindustrian.

Lanjut, kata dia, dari lima kegiatan yang direncanakan, dua di antaranya telah dilaksanakan. Pelatihan kali ini diikuti oleh 30 peserta, yang terdiri dari wirausaha baru dan lama, termasuk unsur PKK. Dari jumlah tersebut, 15 peserta akan menerima bantuan.

“Pelatihan pengolahan ikan bandeng melibatkan dua desa dari Kecamatan Mare, sementara beberapa desa lain di Kabupaten Bone yang memiliki empang juga ikut serta,” lanjut Andi Nurmalia.

Ia juga menambahkan bahwa peserta dari unsur PKK diharapkan dapat memberikan informasi dan pembinaan terkait pengolahan hasil perikanan, khususnya pembuatan abon ikan, di desa-desa.

“Untuk memastikan kualitas pelatihan, Dinas Perindustrian menggandeng narasumber dari BLK Bone yang telah memiliki sertifikat lisensi sebagai narasumber. Selain itu, sejumlah peralatan juga disalurkan, termasuk 3 unit peralatan bengkel untuk warga Kecamatan Libureng dan 10 unit mesin jahit untuk Kecamatan Tellu Siattinge dan Ajangale. Tidak hanya itu, Dinas Perindustrian juga memperbanyak desain kemasan produk, mengingat banyaknya produk yang sudah ada namun kemasannya belum terlalu menarik.

Hj Andi Nurmalia juga menegaskan bahwa pemerintah Kabupaten Bone berkomitmen untuk membantu legalitas produk yang dihasilkan oleh para pelaku IKM. “Dalam waktu dekat, kami akan melakukan grebek industri untuk memastikan semua produk di Kabupaten Bone memperoleh legalitas halal,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pendampingan bagi produk-produk yang belum memiliki legalisasi halal. “Kami senantiasa mendukung pemerintah Kabupaten Bone dalam melegalitaskan produk serta meningkatkan jumlah wirausaha baru di Kabupaten Bone,” tambahnya.

Dengan pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat mengembangkan keterampilan mereka, meningkatkan kualitas produk, serta memperkuat ekonomi lokal melalui usaha yang lebih profesional dan berdaya saing.

spot_img
spot_img
spot_img

Headline

Populer

spot_img