26 C
Makassar
Sunday, July 14, 2024
HomeDaerahPj Bupati Bone Dampingi Forkopimda Sulsel Kunjungan Ke Lahan Budidaya Pisang Cavendish

Pj Bupati Bone Dampingi Forkopimda Sulsel Kunjungan Ke Lahan Budidaya Pisang Cavendish

- Advertisement -

BONE, SULSELEKSPRES.COM – Pj. Bupati Bone, H. Andi Islamuddin bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bone menyambut Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bobby Rinal Makmun, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan Irjen Pol. Andi Rian R Djajadi, Komandan Lantamal (Danlantamal) VI Makassar Brigjen TNI (Marinir) Andi Rahmat M dengan Divisi Infanteri 3/Darpa Cakti Yudha Mayjen TNI Bangun Nawoko, beserta rombongan dalam rangka kunjungan kerjanya di Kabupaten Bone.

Penyambutan ini digelar di Lapangan Sepak Bola A. Yusuf, Kelurahan Padaelo, Kecamatan Mare,
Rabu, (19/06/2024).

Agenda kunjungan kerja diawali dengan peninjauan lahan Budidaya Pisang Cavendish di Desa Batu Gading, Kecamatan Mare. Selain itu, juga dirangkaikan silaturahmi bersama Kompi Senapan C Sanrego Kecamatan Mare dan beberapa agenda lainnya di beberapa tempat di Kabupaten Bone.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir yakni Dandempom Bone, Danyon C Pelopor, para Asisten Setda Bone, Kepala Kesbangpol Bone, Kadis BMCKTR Bone, Camat Mare, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan tamu undangan lainnya.

Lahan budidaya pisang cavendish di Kecamatan Mare, bakal panen perdana pada awal Agustus mendatang. Sehingga Kapolda Sulsel bersama Pangdam XIV Hasanuddin menjadikan pisang cavendish sebagai produk unggulan Sulsel.

“Kami sepakat dengan bapak Pangdam akan menjadikan ini (pisang cavendish) produk unggulan ketahanan pangan Sulsel. Saya mencoba mengkaji memang Sulsel ini hebat dari dulu, luar biasa, sampai sekarang lumbung padi nasional,” kata Kapolda Sulsel Irjen Andi Rian R Djajadi saat memberikan sambutannya.

Selain itu, rombongan Forkopimda Sulsel juga meninjau pusat budidaya pisang di Dusun Cenrana, Desa Tellongeng, Kecamatan Mare, sekitar pukul 10.00 Wita.

Kapolda Sulsel, Irjen Andi Rian mengatakan, kehadirannya di lokasi budidaya pisang untuk memastikan bisa panen perdana pada awal Agustus mendatang. Bahkan dia berencana akan mengundang Kapolri dan Panglima TNI untuk hadir di Bone.

“Di awal masa saya ditugaskan bersama Pak Bahtiar dan Pak Pangdam memilih pisang cavendish karena tanaman ini punya daya ungkit yang begitu cepat untuk menambah ekonomi masyarakat. Kehadiran kami hari ini untuk memastikan 200 hektare ini akan bisa panen di awal Agustus nanti. Kalau memang bisa dipanen 80 persen, saya akan undang Bapak Kapolri dan Bapak Panglima TNI,” ungkapnya.

Dia pun membandingkan dengan produksi gabah yang harganya ditentukan harga eceran tertinggi (HET). Begitu harganya melebihi HET akan diintervensi pemerintah dengan subsidi.

“Tapi, sayangnya subsidi tidak jatuh ke petani, jatuhnya ke pengusaha. Kapan kayanya ini petani kita. Makanya kami di Sulsel melihat karena begitu luas lahan kita dorong produktivitasnya untuk program pisang cavendish,” ujarnya.

“Satu hektare pisang cavendish modalnya dari pembibitan, tanam, pemupukan, perawatan sampai panen Rp 100 juta. 7 bulan kemudian, harga panen kita kunci Rp 6.000 per kg dan rata-rata Rp 200 juta sekali panen, jadi petani langsung untung Rp 100 juta setiap panen,” lanjut Irjen Andi Rian.

Kapolda Sulsel ini menjelaskan, TNI dan Polri akan mengawal pisang cavendish ini. Selain itu sudah disampaikan ke pengusaha untuk mengunci harga di Rp 6.000 per kg.

“Kami sepakat TNI/Polri akan mengawal ini, karena kita lihat Sulsel ini sudah puluhan tahun menjadi lumbung pangan, tetapi petaninya tidak kaya-kaya. Nanti kita coba ubah, selain dia menghasilkan dari program pangan padi, pisang cavendish juga bisa menambah ekonomi saudara-saudara kita, dan saya minta ke pengusaha ini agar mengunci harga. Jadi seluruh petani yang bekerja menanam pisang ini diikat kontrak,” jelasnya.

- Advertisement -

BONE, SULSELEKSPRES.COM – Pj. Bupati Bone, H. Andi Islamuddin bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bone menyambut Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bobby Rinal Makmun, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan Irjen Pol. Andi Rian R Djajadi, Komandan Lantamal (Danlantamal) VI Makassar Brigjen TNI (Marinir) Andi Rahmat M dengan Divisi Infanteri 3/Darpa Cakti Yudha Mayjen TNI Bangun Nawoko, beserta rombongan dalam rangka kunjungan kerjanya di Kabupaten Bone.

Penyambutan ini digelar di Lapangan Sepak Bola A. Yusuf, Kelurahan Padaelo, Kecamatan Mare,
Rabu, (19/06/2024).

Agenda kunjungan kerja diawali dengan peninjauan lahan Budidaya Pisang Cavendish di Desa Batu Gading, Kecamatan Mare. Selain itu, juga dirangkaikan silaturahmi bersama Kompi Senapan C Sanrego Kecamatan Mare dan beberapa agenda lainnya di beberapa tempat di Kabupaten Bone.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir yakni Dandempom Bone, Danyon C Pelopor, para Asisten Setda Bone, Kepala Kesbangpol Bone, Kadis BMCKTR Bone, Camat Mare, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan tamu undangan lainnya.

Lahan budidaya pisang cavendish di Kecamatan Mare, bakal panen perdana pada awal Agustus mendatang. Sehingga Kapolda Sulsel bersama Pangdam XIV Hasanuddin menjadikan pisang cavendish sebagai produk unggulan Sulsel.

“Kami sepakat dengan bapak Pangdam akan menjadikan ini (pisang cavendish) produk unggulan ketahanan pangan Sulsel. Saya mencoba mengkaji memang Sulsel ini hebat dari dulu, luar biasa, sampai sekarang lumbung padi nasional,” kata Kapolda Sulsel Irjen Andi Rian R Djajadi saat memberikan sambutannya.

Selain itu, rombongan Forkopimda Sulsel juga meninjau pusat budidaya pisang di Dusun Cenrana, Desa Tellongeng, Kecamatan Mare, sekitar pukul 10.00 Wita.

Kapolda Sulsel, Irjen Andi Rian mengatakan, kehadirannya di lokasi budidaya pisang untuk memastikan bisa panen perdana pada awal Agustus mendatang. Bahkan dia berencana akan mengundang Kapolri dan Panglima TNI untuk hadir di Bone.

“Di awal masa saya ditugaskan bersama Pak Bahtiar dan Pak Pangdam memilih pisang cavendish karena tanaman ini punya daya ungkit yang begitu cepat untuk menambah ekonomi masyarakat. Kehadiran kami hari ini untuk memastikan 200 hektare ini akan bisa panen di awal Agustus nanti. Kalau memang bisa dipanen 80 persen, saya akan undang Bapak Kapolri dan Bapak Panglima TNI,” ungkapnya.

Dia pun membandingkan dengan produksi gabah yang harganya ditentukan harga eceran tertinggi (HET). Begitu harganya melebihi HET akan diintervensi pemerintah dengan subsidi.

“Tapi, sayangnya subsidi tidak jatuh ke petani, jatuhnya ke pengusaha. Kapan kayanya ini petani kita. Makanya kami di Sulsel melihat karena begitu luas lahan kita dorong produktivitasnya untuk program pisang cavendish,” ujarnya.

“Satu hektare pisang cavendish modalnya dari pembibitan, tanam, pemupukan, perawatan sampai panen Rp 100 juta. 7 bulan kemudian, harga panen kita kunci Rp 6.000 per kg dan rata-rata Rp 200 juta sekali panen, jadi petani langsung untung Rp 100 juta setiap panen,” lanjut Irjen Andi Rian.

Kapolda Sulsel ini menjelaskan, TNI dan Polri akan mengawal pisang cavendish ini. Selain itu sudah disampaikan ke pengusaha untuk mengunci harga di Rp 6.000 per kg.

“Kami sepakat TNI/Polri akan mengawal ini, karena kita lihat Sulsel ini sudah puluhan tahun menjadi lumbung pangan, tetapi petaninya tidak kaya-kaya. Nanti kita coba ubah, selain dia menghasilkan dari program pangan padi, pisang cavendish juga bisa menambah ekonomi saudara-saudara kita, dan saya minta ke pengusaha ini agar mengunci harga. Jadi seluruh petani yang bekerja menanam pisang ini diikat kontrak,” jelasnya.

spot_img
spot_img
spot_img

Headline

Populer

spot_img