22 C
Makassar
Senin, Agustus 8, 2022
BerandaHeadlineRamai Hak Angket Nurdin Abdullah, SYL Bicara Soal Pemimpin Appaq Sulapaq

Ramai Hak Angket Nurdin Abdullah, SYL Bicara Soal Pemimpin Appaq Sulapaq

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Pemerintahan Provinsi Sulsel tengah bergejolak pasca munculnya hak angket 51 anggota DPRD Sulsel terhadap pemerintahan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan).

51 dari total 85 legistor DPRD Sulsel telah menandatangani surat pengajuan hak angket tersebut hingga hari ini. Total sudah ada 9 fraksi dari total 10 fraksi di DPRD Sulsel.

Ditengah ramainya isu hak angket, muncul tulisan dari mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang menyinggung soal kepemimpinan dalam falsafah Bugis-Makassar.

Baca: Beda SYL dan Nurdin Abdullah Melihat Paripurna

SYL sendiri mengaku kalau tulisan yang dia buat bersumber dari nuraninya. Namun dia membantah kalau tulisan ini merujuk pada person tertentu.

“Itu tulisan kenegaraan, tidak ditujukan kepada orang tertentu,” kata SYL di Makassar, Minggu (19/5/2019).

Baca: NA Sebut Tak Tahu Hak Angket, Dewan: Sangat Disayangkan

Tulisan SYL ini menyinggung pribadi pemimpin bukan untuk pongah-pongahan.

“Bukan soal gagah-gagahan atau kepongahan. Ini tentang kesederhanaan dan kerendahan hati seorang manusia yang dipanut dan diikuti jejak langkahnya,” tulis SYL.

Berikut tulisan lengkap SYL soal pemimpim Appaq Sulapaq:

‘Pemimpin Appaq Sulapaq’
Oleh : Syahrul Yasin Limpo

Pemimpin Appaq Sulapaq itu tentang keutuhan, bukan soal gagah-gagahan atau kepongahan. Ini tentang kesederhanaan dan kerendahan hati seorang manusia yang dipanut dan diikuti jejak langkahnya. Di dalam dirimu selalu ada ruang spiritual, kamar mental, ruang sosial dan emosional yang bisa kamu datangi setiap saat untuk berguru pada dirimu menjadi Pemimpin Appaq Sulapaq.

Kau baru bisa dikatakan pemimpin Appaq sulapaq kalau kau bisa melihat dengan mata batinmu apa yang menjadi pengharapan orang yang engkau pimpin… Menakar keadilan dengan timbangan rasa kemanusiaaan yang tertinggi… sehingga telingamu tidak bising oleh bisikan ego sesaat… dan nasehatmu selalu tersaji di atas nampang kearifan berbingkai agama dan budaya yang luhur…

Intelektualitasmu terbebas dari kesombongan duniawi yang sering memenjarakan nalar dan akal sehat. Kalau engkau bisa menaklukkan egomu, maka gunung, sungai dan lautanpun akan bersimpuh dalam pengakuan universal tentang kerendahan hatimu sebagai hamba Allah. Maka ketika tiba masanya engkau mengambil keputusan… kompasnya jelas dan jangkarnya mencengkeram landasan yang kuat… tidak akan mudah diombang-ambing apalagi oleh perasaan congkak akan kekuasaan yang berbuncah dalam pertunjukan sikap yang jumawa…

Baca: Polemik Sekda Sulsel: SYL Usulkan Tiga Nama, Nurdin Abdullah Pilih Figur Lain

Karena Pemimpin Appaq Sulapaq sejatinya adalah manusia biasa yang hanya bersandar pada keikhlasan dalam berbuat dan amanah ketika diberikan kepercayaan sehingga sikap dan keputusannya senantiasa diiringi doa agar menjadi rahmat bagi manusia dan alam semesta disekitarnya…

Bila demikian… maka seharusnya menjadi Pemimpin Appaq Sulapaq adalah tentang seni mempangaruhi nalar dan akal sehat orang-orang yang dipimpin untuk menuju kepada totalitas pengabdian sebagai hamba Allah untuk kemaslahatan manusia dan alam di empat penjuru angin… Maka kehadirannya selalu menggemberikan dan menjanjikan pengharapan… sehingga tak memilah kawan dan lawan, mereka larut dan cair sebagai sahabat dan saudara dalam perjuangan yang dipenuhi cinta, kasih dan keikhlasan…

Inilah hakikat Pemimpin Appaq Sulapaq… memimpin dengan hati dan cinta dalam semangat keikhlasan… menaklukkan tanpa memerangi, menggiring tanpa harus mencambuk… semua ikhlas bekerjasama saling menguatkan, saling menyemangati dan merayakan keberhasilan sebagai hasil keringat bersama. Inilah Pemimpin Appaq Sulapaq… Buraqne… Baine Bugis Makassar Appaq Sulapaq.

Kalau begitu… siapapun kamu.. dalam semangat kepemimimpinan Appaq Sulapaq… harusnya tak ada dendam apalagi kebencian… Tak ada kawan atau lawan… yang ada adalah passaribattangngang… persaudaraan… Mali Siparappaeq… Mallilu Sipakaingeq… Sipatuo Sipatokkong. Maka dalam prakteknya… keukuasaan tidak akan terjebak menjadi senjata pamungkas yang menindas apalagi menyengsarakan… Kekuasaan tak lebih sebagai penanda batas kewenangan. Dia tidak akan menjadi barikade pemisah yang memisahkan persaudaraan… Maka tawarnya air sungai je’neberang dan asinnya laut selat Makassar tidak pernah memisahkan lepa-lepa, perahu cadik, sandeq dan Phinisi untuk melaju ke berbagai penjuru mencari ridho illahi. Ceraq sitongka-tongka… Abbulo Sibatang !!!. ..

Kalau nilai-nilai seperti ini bisa terpelihara, maka kata saling peduli, saling bantu, dan tidak saling menghianati akan terjaga baik dalam sebuah organisasi atau institusi apa saja, maupun dalam kehidupan masyarakat. Maka yakin, kebersamaan itu akan menjadi kekuatan untuk menggapai langkah kemajuan yang signifikan dan luar biasa. Minimal kita menjadi masyarakat yang tetap terhormat dan bermartabat.l, semoga …!!!

(*)

BACA JUGA :  Jubir NH Tanggapi Debat Kemiskinan di Bantaeng
spot_img

Headline